Jakarta – Humas BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengusulkan adanya sharing pendanaan dan kemitraan secara global terkait pelaksanaan riset dan inovasi. Usulan ini disampaikan Plt. Deputi Bidang SDM Iptek, Edy Giri Rachman Putra pada preliminary Research and Innovation Initiative Gathering (RIIG) G20 secara daring, Kamis (24/02).

Menurut Edy Giri, sebagai satu-satunya lembaga riset di Indonesia, BRIN memiliki skema pendanaan bersama untuk melakukan penelitian, peningkatan kapasitas, dan mobilitas peneliti yang terbuka untuk semua pihak baik dari dalam maupun luar negeri.

“Dari sisi mobilitas peneliti, BRIN mengundang, menyambut, dan mendorong peneliti dari seluruh negara anggota G20 untuk melakukan penelitian di Indonesia bekerja sama dengan peneliti di BRIN dan pemangku kepentingan lainnya, dengan tetap memperhatikan pedoman pelaksanaan kebijakan, dan peraturan yang berlaku. Kami telah membuka skema mobilitas bagi ratusan dosen tamu, peneliti tamu, dan mahasiswa pascadoktoral untuk datang ke Indonesia.,” jelasnya. 

Era globalisasi, lanjut Edy Giri, memberikan kesempatan kepada para peneliti untuk melakukan riset bersifat internasional. Beberapa proyek penelitian seringkali membutuhkan sumber daya yang besar, menuntut adanya kolaborasi antar negara anggota G20.

Dalam perspektif tersebut, lanjut Edy GIri, BRIN menyarankan adanya kemudahan melakukan penelitian di negara-negara anggota G20. Hal ini harus terus dipromosikan dan diprioritaskan kepada seluruh negara anggota G20 dalam rangka meningkatkan kolaborasi penelitian antara negara anggota G20, sebagai kemitraan penelitian global.

“Hampir semua aspek pemecahan masalah strategis selalu mengandung unsur riset dan inovasi, sehingga riset dan inovasi merupakan komponen pendukung yang integral dan esensial dalam semua aspek pemecahan masalah strategis di setiap negara,” tuturnya.

Oleh karena itulah, tegas Edy GIri, melalui RIIG ini BRIN mempromosikan inisiatif Kelompok Kerja G20 untuk Riset dan Inovasi, dan mengajak seluruh negara anggota G20 untuk meningkatkan kolaborasi Riset dan inovasi melalui sharing sarana, prasarana dan pendanaan untuk kegiatan penelitian dan mobilitas peneliti.

“Tantangan global dan pemanfaatan keanekaragaman hayati tentu membutuhkan Kemitraan Riset Global, yang disebut Kemitraan Keanekaragaman Hayati Global. Untuk itu, kami menawarkan kerjasama internasional melalui berbagi fasilitas, infrastruktur dan pendanaan, serta berbagi manfaat yang diperoleh dari kegiatan tersebut untuk kepentingan global dan prioritas negara,” pungkasnya. (pur)

Sebarkan