Jakarta – Humas BRIN. “Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) nantinya kami harapkan dapat menjadi naungan juga asistensi untuk berbagai riset dan inovasi yang ada di daerah, ungkap  Mohamad Lakotani, Wakil Gubernur Papua Barat dalam Talkshow BRIDA untuk Percepatan Dan Daya Saing Inovasi Daerah (20/4).

“Bulan depan kami akan segera me-launching BRIDA sekaligus disatukan dengan hasil – hasil riset dari Balitbang yang sudah dilakukan selama ini, tentu kami berharap bahwa BRIDA akan menjadi forum berbagi informasi agar teman – teman litbang di daerah punya tempat untuk berkonsultasi,“ tambahnya.

Papua Barat memiliki banyak sumber daya alam yang berpotensi dikembangkan untuk menambah nilai ekonomi.  “Berangkat dari sumber daya alam di Papua Barat yang jika sesungguhnya dimanfaatkan secara benar dan tepat kita yakini akan mampu menggerakan ekonomi rumah tangga, “ jelas Lakatoni.

Keterbatasan teknologi yang dimiliki oleh masyarakat Papua Barat seringkali tidak dapat memaksimalkan nilai dari sumber daya alam yang mereka kelola, “Di Manokwari Selatan terdapat perkebunan Kakao yang luar biasa luasnya yang ditinggalkan oleh investor dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat.

Ini kalau dijual biasa-biasa saja nilainya juga tidak seberapa setelah diambil, dikeringkan kemudian dijual hasilnya cukup untuk kebutuhan sehari – hari, tetapi nilai ekonomisnya mungkin tidak terlalu signifikan,” kata Lakatoni.

“Kami berupaya agar sumber daya alam yang ada dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, salah satu upayanya adalah dengan memberikan pendampingan untuk mengelola sumber daya alam. Coklat Ransiki merupakan salah satu contoh hasil dari pendampingan yang dilakukan oleh Balitbang Papua BARAT. Coklat Ransiki saat ini sudah berhasil menambah jumlah produksi dan sekarang memiliki stand di Grand Indonesia,” ujarnya.

“Selain itu ada juga kopi Anggi, kopi yang ada didaerah ketinggian dengan ketinggian yang cukup ekstrim itu dengan ciri khas rasanya, itu kemudian ditawarkan di bandara – bandara yang ada di Papua Barat. Ini kreatifitas yang ada ditengah-tengah masyarakat kemudian difasilitasi selama ini oleh litbang Papua Barat,” tambah Lakatoni.

 “Saya kira itu upaya yang dapat kami lakukan dengan pemanfaatan sumber daya alam. Papua Barat juga telah memberi perlindungan proteksi untuk berbagai temuan litbang yang dihasilkan oleh masyarakat lokal, kurang lebih ada 86 temuan dalam berbagai bidang yang sudah didaftarkan untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual, “ pungkasnya. (SET)

Sebarkan