Cibinong – Humas BRIN, Tantangan utama menciptakan produk adalah mengolah limbah yang dihasilkan.  Namun dengan pemanfaatan riset, limbah dapat diubah menjadi produk inovatif. Salah satu produk tersebut adalah Chip Block Pallet (CBP).

“Teknologi pengolahan limbah kayu menjadi produk komposit ramah lingkungan berupa CBP dapat menjadi model solusi secara nasional. Peningkatan nilai jual dari produk CBP yang dihasilkan diperkirakan sekitar USD 150-250/m3. Komersialisasi produk CBP dari limbah biomassa lignoselulosa akan mampu mengurangi ketergantungan impor nasional terhadap produk CBPdari Tiongkok, sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan baru dan menjadi solusi inovatif bagi penyelesaian masalah lingkungan,” ucap Plt. Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi, Mego Pinandito pada acara Peluncuran  CBP: Pemanfaatan dan Inovasi Limbah Kayu menjadi Produk Chip Block Pallet (CBP) Berkualitas Ekspor, pada Kamis (16/12).

Mego menambahkan, keberhasilan terciptanya CBP tak lepas dari dukungan pemerintah daerah dan industri mebel di Jepara. Harapannya pemda dapat terus mendukung dan berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui skema dan model kerja sama  sebagai upaya percepatan inovasi daerah, sehingga riset dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati BRIN, Iman Hidayat mengungkapkan kebangaannya terhadap CBP. “Secara khusus CBP adalah kebanggaan saya. Wujud respon peneliti terhadap pelaku usaha. Pusat Unggulan Iptek Lignoselulosa, Pusat Riset Biomaterial-BRIN, berhasil membuat membuat palet kayu kualitas ekspor. Ini menjadi bukti bahwa lembaga riset yang di buat pemerintah untuk membantu masyarakat. Harapannya tahun depan CBP dapat menggantikan produk impor dan selanjutnya dapat diekspor. Ini contoh kolaborasi lembaga riset dan pemda yang sinergis,” ungkap Iman.

“Tahapan berikutnya adalah mengurus proses lisensi teknologi kepada CV Kibti,” tambah Iman.

Bupati Jepara, Dian Kristandi sangat mengapresiasi upaya BRIN dalam membantu pengrajin mebel untuk mengolah limbah kayu di Jepara. “Terdapat 25 % limbah kayu dapat termanfaatkan kembali dengan teknologi yang dikembangkan oleh peneliti BRIN. Kami mengucapkan terima kasih dan semoga kerja sama ini dapat membuka peluang kerja sama peningkatan ekonomi di sektor lainnya,” ujar Dian.

Inventor CBP, Sukma Surya K. menjelaskan keunggulan CBP yakni superior load strength, hight nail holding power, high durability, free formaldehyde emission, dan simple installation. “CBP adalah produk komposit ramah lingkungan karena bebas emisi formaldehida yang membahayakan kesehatan dan bahan baku menggunakan limbah industri kayu,” ujarnya.

Tak hanya itu, Kibti Martha selaku pemilik CV Kibti yang menginisiasi pembuatan CBP menyampaikan kegembiraanya atas keberhasilan terciptanya CBP. “Bagi saya semua pasti ada solusinya. Tidak ada yang tidak mungkin. Berkat bantuan peneliti BRIN dan pemda, sampel CBP kami mendapat nilai excellent dari buyer, bahkan dengan grade zero emission,” ungkap Kibti.

“Prinsipnya seluruh stakeholder dapat bekerjasama dengan kami. Kami akan didentifikasi permasalahanya dan mencari solusinya. Skema kerja sama akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing industri,” ucap Plt. Kepala Pusat Riset Biomaterial, Akbar Hanif Dawam.

Acara peluncuran diisi pula dengan Talkshow dengan Tema: “Pemanfaatan dan Inovasi Limbah Kayu menjadi Produk Chip Block Pallet (CBP) Berkualitas Ekspor” menghadirkan narasumber Dr. Akbar Hanif Dawam selaku Kepala Pusat Riset Biomaterial BRIN, Dwie Irmawaty Gultom, Ph.D selaku Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi di Industri,BRIN, dan Dr. Sukma Surya K. selaku Inventor CBP, dan Kibti Martha dari Mitra Industri (CV Kibti Furniture). Selain itu ditampilkan pula produk-produk unggulan Pusat Riset Biomaterial BRIN dan Demo CBP di Auditorium Lignoselulosa, Pusat Riset Biomaterial BRIN di Cibinong. (sa /ed:sl)

Sebarkan