Tangerang Selatan – Humas BRIN. Delegasi Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia berkunjung ke Kawasan Sains Teknologi (KST) Serpong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa (14/6). Rombongan diterima oleh Plt. Direktur Pengelolaan Fasilitas Laboratorium Riset Inovasi dan KawasanSains dan Teknologi serta perwakilan Direktorat Penguatan dan Kemitraan Infrastruktur Riset dan Inovasi. Melalui pertemuan ini, pihak Iran berbagi pengalaman mengenai perkembangan iptek Iran, baik di masa pandemi dan paska pandemi Covid-19.

Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Islam Iran, Mohammad Reza Ebrahimi mengakatan, masyarakat saat ini membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk Iran yang negaranya mengalami embargo. “Di Iran ilmu pengetahuan modern sangat diperhatikan. Embargo menjadi pelajaran dan motivasi hingga kami bisa maju. Kami bersyukur memiliki kebebasan dapat bersandar pada diri sendiri, tidak bergantung, dan independen,” ujar Ebrahimi.

Lebih lanjut dirinya menerangkan bahwa Iran mengembangkan teknologi nuklir untuk kepentingan umat manusia. “Dunia membutuhkan energi nuklir untuk kemaslahatan umat. Di Iran ada 1 juta pasien menggunakan hasil iptek yang berasal dari energi nuklir untuk kedokteran dan mempercepat penyembuhan pasien,” tuturnya.

Menurutnya, Iran juga mampu mengembangkan listrik yang berasal dari nuklir. “Karena letak geografisnya, Iran membutuhkan banyak sekali listrik, dan kita telah berhasil menghasikan listrik dari nuklir, misalnya di satu lokasi menghasilkan 1000 MW untuk masyarakat,” ucapnya.

Ia menyampaikan dimungkinkan adanya kerja sama Iran dengan Indonesia terkait industri yang bermanfaat untuk kedua negara. Melalui perkembangan bidang material, kesehatan, energi, manufaktur, siber, kecerdasan artifisial, radar, robotik, dan antariksa, berpotensi untuk kerja sama kedua negara tersebut.

“Kami mengutamakan kesehatan, tetap jalan dengan prinsip kebutuhan umat manusia. Termasuk pandemi corona yang melanda di mana-mana,  menjadi sebuah tantangan bagi ilmuwan-ilmuwan Iran untuk menghadapi virus corona sebagai tamu yang tidak diundang,” tegasnya.

Plt. Direktur Pengelolaan Fasilitas Laboratorium Riset Inovasi dan KawasanSains dan Teknologi, Tjahjo Pranoto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran perwakilan diplomatik Iran ke Kawasan Sains Teknologi Serpong. “Selamat datang di KST Serpong yang dibangun tahun 1976. Area yang terdiri dari 475 hektar ini memiliki lebih dari 30 laboratorium dan pusat riset,” kata Tjahjo. 

“Penelitian di Indonesia fokus pada 10 bidang teknologi, di mana 7 bidang diantaranya berada di Kawasan ini. Kami memiliki berbagai laboratorium. Ada laboratorium bidang  transportasi dimana di laboratorium tersebut melakukan pengujian emisi dan propulsi. Mobil yang masuk ke Indonesia harus mendapat izin sertifikasi emisi sebelum digunakan di jalan. Fasilitas lab ini sebagian besar  teknologinya berasal dari Jepang dan Eropa,” imbuh Tjahjo.

Selain itu, Tjahjo menjelaskan dengan rinci beberapa laboratorium yang ada di KST Serpong, seperti Lab Bahan Bakar untuk bioenergi, Lab Aerodinamik untuk uji pesawat melalui terowongan angin, Lab Bioteknologi, Lab Perekayasaan Teknik, Lab Kekuatan Struktur, Lab Iradiasi Nuklir untuk riset, serta Lab Konversi dan Konservasi Energi.

Pada kunjungan ini, Delegasi Kedutaan Iran melihat langsung fasilitas laboratorium di KST Serpong seperti Lab Konversi Energi, Gedung Iradiator Gamma Merah Putih, Lab Nanomaterial, dan Lab Aerodinamika. (adl/ed:AJ,pur)

Sebarkan