Jakarta – Humas BRIN. Desa Berinovasi merupakan kegiatan yang digagas oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang bertujuan untuk memberikan stimulan kepada masyarakat di desa dalam  pengembangan produk unggulan dengan berbasis riset, inovasi, dan teknologi. Kegiatan Desa Berinovasi diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk maupun jasa unggulan masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

“Dengan membangun ekosistem inovasi melalui sinergi berbagai pihak, baik pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, kita berharap budaya iptek dan inovasi akan tumbuh, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai tambah produk unggulan desa, sehingga dapat memulihkan perekonomian nasional, khususnya masyarakat desa,” kata  Plt. Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat, dan UMKM BRIN, Hardi Julendra, secara daring, Kamis (16/12).

Hardi menerangkan, kegiatan Desa Berinovasi telah dilaksanakan selama 10 bulan. Total sampai saat ini, ada 96 lokus kegiatan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kemudian, lanjut Hardi, salah satu cara dalam komersialisasi produk unggulan desa yang telah mendapat stimulan teknologi adalah melalui pasar daring (online). BRIN bekerja sama dengan Shipper Indonesia dan TOKKO berbagi pengetahuan seputar strategi komersialisasi produk melalui “Webinar Pembinaan Desa Berinovasi” kepada masyarakat dan pelaku UMKM desa.

Regional Head Shipper Indonesia, M. Riyansyah, mengatakan, pertumbuhan ekonomi digital telah tumbuh 5 hingga 10 kali lipat sejak Indonesia dihantam pandemi Covid-19. Budaya konsumen telah berubah dari semula berbelanja secara fisik beralih secara online. Hal ini juga berdampak kepada sektor jasa logistik yang justru diuntungkan karena mengalami pertumbuhan pesat hingga 300 persen selama 2 tahun belakangan.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang layanan jasa pengiriman barang, Hardi berbagi pengetahuan bahwa Shipper Indonesia memadukan aset secara fisik dalam bentuk gudang dengan teknologi digital.

“Pelaku usaha bisa berbagi tempat penyimpanan di gudang kami, dan dapat memantau keluar masuk produknya melalui teknologi dashboard  yang kami sediakan,” ungkap Riansyah.

Sementara District Manager Jabar/Jateng TOKKO, Ridwan Darmansyah, berbagi pengetahuan pentingnya membangun branding sebuah produk. Kendati saat ini sudah banyak marketplace yang tersedia, ia menyarankan agar pelaku usaha juga membangun branding produk untuk tujuan jangka panjang, diantaranya melalui website dan media sosial. TOKKO, lanjut Ridwan, merupakan aplikasi yang membantu pelaku usaha untuk membuat website toko online yang mudah, cepat, dan aman.

“Persaingan di marketplace sangat kencang. Maka membangun branding produk sendiri juga sangat penting. Jika pelaku usaha memiliki website, maka akan meningkatkan kepercayaan konsumen akan sebuah produk, dan juga menjaring konsumen loyal yang memberikan kepercayaan terhadap produk kita,” tuturnya.

Webinar bertajuk “Strategi Pengembangan Usaha Masyarakat di Pasar Online” diikuti oleh masyarakat dan para pelaku UMKM Desa yang telah diberikan pembinaan oleh BRIN melalui kegiatan Desa Berinovasi. Webinar ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha baru di skala desa dan dapat menjadi langkah pembuka dalam upaya peningkatan kapasitas dan produk usaha yang berkelanjutan (tnt).

Sebarkan