Jakarta – Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi – Badan Riset dan Inovasi Nasional (OR PPT BRIN) bersama konsorsium telah menghasilkan desain Kapal Mini Liquefied Natural Gas (LNG) Carrier yang siap untuk dibangun. Desain kapal ini, menurut kajian tekno ekonomi dari Tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dinyatakan sebagai yang paling optimal untuk saat ini dalam menyuplai kebutuhan gas LNG di daerah Bali, Lombok dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH) OR PPT BRIN Muryadin menyampaikan kisaran pembangunan Kapal Mini LNG Carrier model ISO Tank Landing Craft Tank (LCT) yang layak dapat dilaksanakan dalam waktu 14 bulan.

“Pemanfaatan Kapal Mini LNG Carrier tidak hanya untuk suplai kebutuhan gas, tetapi juga turut mensukseskan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) dengan melaksanakan kegiatan desain dan pembangunan kapal yang dilaksanakan oleh putra/i terbaik Indonesia,” terangnya.

OR PPT BRIN Bidang Maritim akan segera bekerja sama dengan PT Pertamina beserta anak perusahaannya PT Pertamina International Shipping (PIS) dalam pemanfaatan kapal ini sebagai alat angkut gas alam cair.

“Kami juga diminta menyiapkan alternatif desain kapal mini LNG Carrier dengan ukuran yang lebih besar, serta untuk segera melakukan inventarisasi apa saja yang diperlukan Pertamina untuk ditindaklanjuti dalam kerjasamanya,” ungkapnya.

Muryadin berharap kerjasama pemanfaatan Kapal Mini LNG Carrier yang akan dilakukan bersama pihak-pihak terkait ini nanti, akan memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kemajuan industri maritim dan produksi komponen kapal di dalam negeri, Indonesia.

Pertamina Selaku Mitra Industri Kapal Mini LNG Carrier

Berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 13/2020 tentang “Penugasan Pelaksanaan Penyediaan Pasokan dan Pembangunan Infrastruktur LNG, serta Konversi Penggunaan BBM dengan LNG Dalam Penyediaan Tenaga Listrik” memberikan mandat kepada PT Pertamina untuk menyediakan sistem logistik LNG ke 52 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur PT Pertamina Mulyono dalam rapat koordinasi bersama Tim OR PPT BRIN Bidang Maritim mengatakan Pertamina berkomitmen mendukung program P3DN dengan menggunakan desain kapal OR PPT BRIN.

“Kami berharap desain Kapal Mini LNG Carrier OR PPT BRIN dapat segera diproduksi di galangan dalam negeri, dengan didukung pelaksanaannya oleh Pertamina dan PT PIS yang akan mengoperasionalisasikannya,” ujar Mulyono.

Dirinya mengatakan kapasitas dan spesifikasi teknis Kapal Mini LNG Carrier desain dari OR PPT dimungkinkan sudah memenuhi syarat, hanya masih perlu dipertimbangkan dalam biaya pembangunan sehingga biaya investasi akhir dapat memenuhi sesuai dengan persyaratan dari ESDM untuk harga jualnya. 

“Dengan penggunaan Kapal Mini LNG Carrier, target harga jual LNG harus lebih murah dari harga eksisting BBM di lokasi yang ditetapkan nantinya” pungkas Mulyono.

Sebagai informasi, OR PPT BRIN Bidang Maritim sedang melakukan pendampingan untuk program pengadaan kapal tanker dalam peningkatan P3DN, termasuk inventarisasi galangan kapal  yang dapat mendukung program P3DN.
Selain itu, Pusyantek BRIN dan PT Pertamina International Shipping (PIS) sedang dalam pembahasan kontrak untuk Kajian P3DN kapal Pertamina yang meliputi Kapal Tanker 3500 DWT, 6500 DWT dan Kapal Harbour Tug.