Jakarta – Humas BRIN. Pendanaan ekspedisi dan ekplorasi telah dibuka oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Desember 2021 yang lalu. Kegiatan ini merupakan pendanaan yang dapat diakses oleh semua periset, baik dari Indonesia maupun negara asing, yang bekerja sama dengan lembaga riset Indonesia.

BRIN melalui Direktorat Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi, melaksanakan Webinar Fasilitasi dan Pendanaan Riset & Inovasi (WALIDASI) Edisi Fasilitasi Riset Pendanaan Ekspedisi dan Eksplorasi (PEE)#1, di Jakarta (22/03). Hadir dalam kegiatan tersebut jurnalis Harian Kompas, Evy Rachmawati sebagai narasumber, yang memaparkan tentang Trend Media dan Liputan Terkait Ekspedisi Sumber Daya Alam.

Menurutnya, Indonesia mempunyai potensi sumber daya alam yang melimpah yaitu hutan, lautan, minyak bumi, gas alam, dan batubara. Selain itu Indonesia juga merupakan negara maritim. Sebagian besar wilayah Indonesia terdiri dari lautan, yang kaya dengan berbagai jenis ikan. Sumber daya alam laut lainnya juga berupa biota laut, tambang minyak lepas pantai, dan pasir besi.

“Potensi energi fosil meliputi minyak dan gas bumi, serta batubara. Sementara potensi energi baru terbarukan, meliputi: tenaga air, angin, tenaga surya, dan panas bumi,” papar Evy. Selanjutnya Evy menjelaskan bahwa ekspedisi dan eksplorasi sumber daya alam berperan penting dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam sebagai salah satu potensi riset.

Evy menuturkan diperlukan peran media dalam memberitakan kegiatan ekspedisi dan eksplorasi sumber daya manusia. Karena seringkali para peneliti melakukan banyak penelitian yang bagus-bagus namun tidak terpublikasikan. Hal ini salah satunya dikarenakan kurangnya diseminasi khususnya terkait hasil ekspedisi.

“Diperlukan peran media untuk meliput, sebagai diseminasi hasil ekspedisi tim peneliti kepada publik. Dalam hal ini ekspedisi yang mengikutsertakan media juga pernah dilakukan, yaitu ekspedisi riset genetika oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, dan ekspedisi Widya Nusantara ke Pulau Enggano Tahun 2015,” ungkap Evy.

Sementara itu, Evy menambahkan terdapat beberapa ekspedisi yang telah dilakukan oleh Harian Kompas antara lain ekspedisi cincin api, jelajah terumbu karang, ekspedisi jalur rempah, jelajah energi, dan ekspedisi Tanah Papua. Selama masa pandemi covid 19, Harian Kompas juga melakukan jelajah energi nusantara dengan cerita tentang energi bersih dan terbarukan. Proses ekspedisi membutuhkan waktu, tenaga, dan dana besar, baik dilakukan secara mandiri maupun berkolaborasi dengan pihak lain. (trs/ed: ns, aps)

Sebarkan