Cibinong, Humas BRIN. Salah satu Peneliti dari Pusat Riset Biomaterial, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Muhammad Adly Rahandi Lubis, berhasil meraih penghargaan ASEAN ROK Award for Excellence in STI: Innovator and Pioneer 2021.

Kesuksesan Aldy tersebut berkat kontribusi signifikannya menemukan teknologi perekat kayu ramah lingkungan untuk produk panel kayu, yang telah dipatenkan di Korea Selatan pada tahun 2017, dengan judul “Method for Removing Adhesive Included in Fibreboard”, dan di Indonesia pada tahun 2020, dengan judul “Proses Pembuatan Perekat Kayu Lapis Non-Formaldehida Berbahan Dasar Pati Dialdehida dan Produk yang Dihasilkannya”.

Selanjutnya, Aldy berkeinginan untuk melanjutkan penelitiannya untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Produk perekat ramah lingkungan ini telah dikolaborasikan dengan PT. Greenie Alam Indonesia sejak tahun 2020.

“Skema kolaborasi ini akan mendorong komersialisasi produk berbasis riset. Kerja sama semacam ini dapat meningkatkan ekonomi industri lokal selama pandemi Covid-19. Hibah yang saya dapatkan akan memberi kesempatan untuk terus berinovasi. Penghargaan ini menunjukkan bahwa kolaborasi dan kerja keras adalah peran penting dalam riset,” ucap Aldy, pada The Fourth ASEAN-Republic of Korea Online Science, Technology and Innovation (ASEAN-ROK STI) Workshop, secara secara daring, Selasa (26/4).

Semula, penyematan penghargaan ini semestinya dilakukan secara langsung pada bulan Maret lalu di Korea, namun tertunda karena pandemi, hingga akhirnya dilakukan secara daring.

“Penghargaan ini merupakan suatu kehormatan bagi saya, sebuah prestasi profesional. ASEAN ROK STI Pioneer 2021 merupakan penghargaan yang diberikan kepada peneliti muda ASEAN yang telah bekerja sama dengan peneliti Korea,” ucap Aldy.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Sekretaris Utama BRIN, Nur Tri Suestiningtyas mengatakan, BRIN sebagai lembaga riset sangat concern terhadap keberadaan Usaha Kecil Menengah (UKM). UKM merupakan penopang utama perekonomian nasional sejak krisis ekonomi tahun 1999. Bahkan di masa pandemi, UKM tetap eksis dalam mempertahankan ekonomi lokal Indonesia.

“Riset untuk industri, termasuk untuk UKM/perusahaan startup menjadi salah satu program utama BRIN,” ucap Nur.

Nur mengungkapkan, saat ini pemerintah Indonesia sedang fokus untuk menangani masalah UKM pasca pandemi Covid-19. “Upaya pemulihan ekonomi, salah satunya dengan memulihkan pertumbuhan ekonomi UKM tentunya faktor kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya (sa, ed:sl, tnt).

Sebarkan