Jakarta – Humas BRIN. Kehadiran Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) salah satunya ditujukan untuk dapat meningkatkan pemanfaatan iptek bagi pembangunan berkelanjutan, kualitas hidup, dan kesejahteraan masyarakat di daerah. Sekretaris Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto mengatakan peran BRIN saat ini lebih sebagai katalisator atau enabler.

“Banyak yang belum aware mengenai perubahan proses bisnis BRIN yang lebih kepada sharing baik itu peneliti maupun infrastruktur yang dapat digunakan untuk kepentingan bersama. Sementara untuk peran eksekutor sendiri nantinya berada di BRIDA,” ungkapnya saat acara Kick Off dan Talkshow BRIDA, Rabu (20/4).

Pada kesempatan yang sama Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi memberikan apresiasi kepada BRIN dengan adanya upaya pembentukan BRIDA. Pihaknya berharap dengan adanya badan riset ini semakin banyak potensi daerah yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.

Lebih lanjut Ali Mazi mengemukakan ketika berbicara mengenai riset, maka pemerintah juga harus memikirkan biaya atau pendanaan yang dibutuhkan. Ia mengatakan dengan jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang terbilang lebih rendah dibandingkan daerah lain, Sultra sebenarnya memilki potensi sumber daya alam yang berlimpah. Selama ini sudah banyak pula riset-riset yang dilakukan dan dihasilkan oleh Sultra. Namun hasil tersebut belum bisa dimanfaatkan secara optimal karena terkendala faktor pendanaan.

“Persoalannya kita sudah melakukan riset tapi ketika pelaksanaan (pemanfaatan) kita tidak punya biaya. Jadi dengan adanya BRIN dan BRIDA nanti harapannya hasil riset di daerah kita dapat disampaikan untuk dicarikan pos anggarannya,”ujarnya.

Sultra sendiri memiliki berbagai potensi sumber daya alam diantaranya nikel, aspal, emas, beras, perikanan dan kelautan, lahan peternakan sapi, dan lain sebagainya.

“Contoh kami punya komoditi nikel yang sudah dikelola sejak tahun 60-an dan aspal dari tahun 1926 sudah diproduksi oleh Belanda. Kita juga sudah lakukan riset bagaimana aspal ini bisa bersaing dengan produk import. Hari ini kita sudah bisa mendapatkan hasil yang baik. Persoalannya mau tidak kita membeli aspal ciptaan sendiri yang sudah kita riset bertahun-tahun itu. Jadi sebetulnya apa yang kita hasilkan itu harus didukung dengan pembiayaan,” jelasnya.

Ali Mazi kemudian juga meminta agar hasil-hasil riset yang dilakukan oleh BRIN bisa langsung diberikan kepada daerah sesuai potensinya masing-masing. Karena menurutnya banyak sekali hasil riset dari para pakar yang belum termanfaatkan.

“Semoga dengan adanya BRIN hasil-hasil itu bisa langsung dimanfaatkan yang hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat. Untuk itu Sultra akan proaktif selalu berkoordinasi dengan pemerintah (BRIN) pusat dan segera saya perintahkan Kepala Balitbang menyusun (pembentukan BRIDA) ini supaya kita bisa segera bekerja,” imbuhnya.

Dalam hal ini pihaknya sangat mendukung semua keputusan dari pemerintah pusat. Namun Gubernur Sultra menekankan pentingnya kolaborasi antar pemerintah daerah dan pusat, dan juga antar pimpinan daerah. Sehingga daerah-daerah dapat pula saling melakukan subsidi silang dengan saling mengakomodir kebutuhan daerah yang satu dengan lainnya agar semua daerah tumbuh secara merata. (aps)

Sebarkan