Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) siap mendukung Peta Jalan Industri Mobil Listrik di Indonesia dengan menguasai teknologi kunci Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Seperti yang diketahui, pemerintah Indonesia telah menyiapkan ekosistem KBLBB setelah terbitnya Peraturan Presiden (PP) No 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko pada wawancara bersama CNBC Indonesia (29/10)
mengatakan ada dua teknologi kunci yang harus dikuasai yaitu baterai dan motor. “Industri
mobil listrik berjalan dengan cepat beberapa tahun terakhir. Untuk dapat mengejar
perkembangan global penguasaan dua teknologi kunci ini menjadi penting,” ungkapnya.

Handoko menjelaskan bahwa baterai merupakan bottleneck dari KBLBB. Terlebih lagi Indonesia
memiliki pasokan bahan baku untuk memproduksi baterai kendaraan listrik. Hal ini dapat menjadi peluang yang harus kita manfaatkan agar dapat lebih kompetitif di pasar global.

“Tidak mungkin kita bermain di semua lini. Kita harus fokus di satu tempat. BRIN akan fokus
pada baterai dan material kendaraan listrik yang sumber dayanya telah ada di Indonesia. Saya
juga mendorong seluruh perisat di Indonesia untuk memanfaatkan peluang. KBLBB tidak selalu harus diproduksi full size. Kita dapat membuat sistem transportasi yang lebih baru seperti Autonomous Vehicle (AV) untuk digunakan di bandara, kampus, dan sektor publik lainnya,” ujar Handoko.

Hal senada dikatakan oleh Muhammad Nur Yuniarto Ketua LAB Mobil Listrik ITS 2015-2019. Ia mengatakan bahwa para periset harus terus mengembangkan solusi baru dalam ekosistem
KBLBB. Misalnya pada kelangkaan chip, periset akan terus mencari teknologi yang dapat
mengatasi hal tersebut.

Kepala BRIN juga menyampaikan bahwa penguasaan teknologi baterai dan motor juga harus diimbangi dengan perhitungan Tingkat Komponan Dalam Negeri (TKDN) KBLBB. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian No 27 Tahun 2020 tentang Spesifikasi, Peta Jalan Pengembangan, dan Ketentuan Penghitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri Kendaraan Bermotor Dalam Negeri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

“Perhitungan TKDN jelas harus masuk dalam ekosistem KBLBB. Selain itu kita juga perlu
menghitung dengan cermat faktor lain seperti lingkungan yang bersih,” pungkasnya.