Jakarta – Humas BRIN. Pusat Riset Teknologi Tepat Guna – Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRTTG-BRIN) adalah satu Pusat Riset di lingkungan BRIN yang berada di bawah Organisasi Riset (OR) Ilmu Pengetahuan Teknik berdasarkan Peraturan BRIN Nomor 7 Tahun 2021. Fokus dari PRTTG adalah untuk mengembangkan teknologi tepat guna diberbagai level, berdasarkan ergonomics, rekayasa presisi, berbasis penelitian, pemanfaatan IOT (Internet of Things). Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Riset Teknologi Tepat Guna, Achmat Sarifudin pada Webinar Internasional “Appropriate Technology 4.0 : State of The Art and Future Trends for Sustainable Living”, Selasa, (10/11).

Achmat Sarifudin menjelaskan PRTTG mencoba menggabungkan rekayasa presisi dalam kaitannya dengan peralatan dan teknik pemrosesan pada pengembangan teknologi tepat guna dan pengimplementasiannya kepada komunitas masyarakat. “Beberapa contoh teknologi tepat guna yang telah kami hasilkan adalah Pemipil jagung tipe silinder, Telemonitoring Kamar Pengering Efek Rumah Kaca, kemudian ada implementasi Teknologi Pengolahan ikan yang dipakai komunitas masyarakat di Selat Nasik Belitung, Teknologi Pengolahan Cocoa di Kabupaten Poso, dan teknologi pengolahan kopi di Sumba,” jelas Achmat Sarifudin.

Pada tahun 2021, PRTTG yang berlokasi di Subang ini mendapatkan pendanaan untuk membangun infrakstruktur dan fasilitas riset pendukung tambahan. “Proyek pembangunan dimulai pada Juni tahun 2021 ini, dan diharapkan selesai pada Juni 2022. Kami namakan proyek ini “Appropriate Technology Facilities for Indonesia 4.0”, modernisasi ini bertujuan meningkatkan layanan riset dan menjawab tantangan riset masa depan,” ucapnya.

Beberapa fasilitas yang dibangun antara lain Pabrik percontohan untuk pengujian mesin, Ruang pertemuan, Workshop, Gedung utama, dan fasilitas lainnya. “Kami akan mempunyai berbagai macam laboratorium dengan peralatan dan mesim yang bermacam. Salah satunya Laboratorium Desain Mesin dan Data Analisis, Laboratorium Pengukuran, Laboratorium Pengujian Mesin, sekitar 13 laboratorium dengan workshop manufaktur dan stasiun cuaca,” terangnya.

“Jadi kami mengundang rekan-rekan dalam negeri dan internasional ke depannya untuk dapat bekerja sama, berkolaborasi dalam riset dan pengembangan teknologi tepat guna. Bersama kita bisa mengembangkan dan memajukan kehidupan manusia melalui teknologi tepat guna,” tutupnya. (Ap)

Biro Komunikasi Publik, Umum, dan Kesekretariatan
Badan Riset dan Inovasi Nasional