Jakarta-Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menyelenggarakan acara pengukuhan profesor riset, pada Kamis (10/03) di Jakarta. Prosesi pengukuhan profesor riset diberikan kepada empat calon, yaitu Ratih Dewanti (Peneliti Bidang Teknologi Penginderaan Jauh), Ganewati Wuryandari (Peneliti Bidang Hubungan Internasional), Widjajanti (Pemneliti Bidang Sosiologi Gender), dan Rike Yudianti (Peneliti Bidang Teknik Material).

Orasi ilmiah Ratih Dewanti berjudul ‘Teknologi Pemantauan Mangrove Yang Efisien di Indonesia Berbasis Data Penginderaan Jauh Optik’. Ganewati Wuryandari, menyampaikan orasi ilmiah dengan judul Politik Luar Negeri Era Reformasi: Kebangkitan Indonesia Sebagai Negara Kekuatan Menengah Dalam Percaturan Regional dan Global. Widjajanti, menyampaikan orasi ilmiahnya dengan judul Sumbangan Perspektif Sosialogi Feminis: Representasi Perempuan Indonesia. Rike Yudianti, membacakan orasi ilmiahnya yang berjudul Pengembangan Nanokomposit Berbasis Nanoselulosa dan Nanokarbon Sebagai Material Fungsional.

Ketua Majelis Profesor Riset Bambang Subiyanto menyampaikan kepada empat kandidat profesor riset, bahwa pemberian Widyamala menandakan kandidiat telah dikukuhkan secara resmi sebagai professor riset. Secara nasional, keempatnya secara berurutan adalah professor riset nasional yang ke – 634, 635, 636, 637 dan Profesor Riset yang ke – 11, 12, 13, 14 di BRIN. “Kepada putri-putri terbaik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional yang telah tekun bekerja mengabdikan dirinya dalam dunia penelitian menurut bidangnya masing-masing,” demikian diucapkannya saat mengalungkan Widyamala.

Kepala BRIN Dr. Laksana Tri Handoko, mengucapkan selamat kepada keempat profesor riset yang baru dikukuhkan. “Gelar professor riset adalah gelar tertinggi yang dicapai oleh seorang periset dalam kariernya dan ini tidak hanya gelar yang diberikan tapi juga memberikan beban moral yang ditambahkan dan tentu tidak ringan bagi yang telah dikukuhkan,” jelasnya.

“Pada kondisi BRIN yang baru ini, kita akan dibebani kewajiban yang belum pernah terjadi dalam sejarah kelembagaan pemerintah di Indonesia selama ini. Kita akan melaksanakan amanah dari negara ini, dengan niat baik dan tujuan untuk memperbaiki ekosistem riset dan inovasi di Indonesia secara fundamental,” urainya. Dirinya yakin dengan adanya SDM dan talenta yang dimiliki BRIN, termasuk 4 (empat) Profesor Riset yang baru dikukuhkan, BRIN dapat melakukan percepatan untuk mewujudkannya dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Dengan dikukuhkan 4 (empat) Profesor Riset yang baru saya merasa senang sekali, ini bukti bahwa BRIN pada khususnya memiliki kesinambungan kaderisasi peneliti untuk menghasilkan karya-karya penelitian berkualitas internasional. Semoga hal ini bisa menjadikan semangat bagi para peneliti lainnya, agar kaderisasi kompetensi tetap terjaga dan berkesinambungan,” ujarnya. Menurutnya, kaderisasi peneliti menjadi penting untuk terus menghasilkan hasil penelitian yang berkualitas untuk terus dikembangkan guna mendukung sustainability pembangunan. (sm/ed:drs)

Sebarkan