Makassar, Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat ini ada di puncak piramida periset nasional. Hal itu disampaikan Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam kunjungan kerjanya di Balai Arkeologi, Makassar (25/5) kemarin. Sebagai puncak piramida riset nasional, Kepala BRIN mengimbau agar para periset BRIN harus produktif. Untuk mendorongnya, BRIN telah menyediakan support system (sistem pendukung) guna mendukung kualitas hasil riset. Co working space, salah satunya.

“Ini kesempatan yang baik untuk kita bertemu secara fisik. Saya ucapkan selamat kepada semua periset yang hadir di sini dan sudah dilantik. Kita sudah menjadi satu keluarga besar,” sapa Handoko. “Semua sudah mencair dan hal yang tadinya terlihat sulit ternyata menjadi mudah setelah bergabung di BRIN,” tambahnya.

Untuk periset bidang arkeologi, agama, bahasa, dan sastra juga sudah resmi berada dalam Organisasi Riset BRIN. Kepala BRIN berharap riset dan inovasi yang dihasilkan oleh periset di Balai Arkeologi dapat bermanfaat bagi publik. “Para Periset BRIN adalah aset utama dalam menciptakan ekosistem riset nasional,”ujarnya.

Penelitian para periset Balai Arkologi Makassar selama ini diketahui hanya meliputi Sulawesi. “Tidak perlu dibatasi, jika perlu melakukan ekspedisi ke Papua, silakan saja,” imbau Handoko. Lebih lanjut, ia mengarahkan agar hal itu dapat dibicarakan secara detil dengan Plt. Kepala organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra, Herry Jogaswara.

Dalam kesempatan itu Handoko menjelaskan alasan BRIN untuk perlu atau tidak mengambil aset dari eks kementerian asal para periset yang kini bergabung di BRIN. “Semangat kita adalah mengembangkan SDM periset. Aset hanya bagian dari infrastruktur. Itu penting, tapi bukan segalanya,” tegasnya.

“Secara fungsi kita akan menjadikan Balai Arkeologi sebagai co working space. Untuk koleksinya, kita harus satukan dan sudah disiapkan infrastrukturnya di Cibinong,” terangnya.

Sebagai informasi, khusus untuk koleksi bebatuan, BRIN telah menyiaokan infrastrukturnya di Karangsambung. Selanjutnya, untuk infrastruktur yang lebih advance untuk bidang arkeologi misalnya Indoor Multifunction Stadium (IMS), akan disediakan di BRIN Kawasan Pasar Jumat. Data koleksi nantinya pun dapat diakses secara online. (drs)

#ReformasiBirokrasiBRIN #ProfesionalOptimisProduktif #ASNBerAkhlak

Sebarkan