Jakarta – Humas BRIN, Gelaran Research and Innovation Week yang berlangsung sejak tanggal 13 Desember 2021 kini telah usai dan ditutup oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jumat (17/12). Melalui Research and Innovation Week 2021 ini, kolaborasi antara penghasil riset dan inovasi dengan penggunanya semakin meningkat.

Plt. Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi, Mego Pinandito mengatakan, kegiatan research and innovation week ini telah terselenggara dengan baik dan mendapat sambutan baik dari berbagai pihak. “Kegiatan ini diikuti oleh setidaknya 5000 peserta. Dari kegiatan ini BRIN mendapatkan banyak masukan terkait pemanfaatan riset dan inovasi kepada masyarakat,” ujar Mego.

Mego menambahkan, melalui kegiatan ini telah terjalin tujuh kesepakatan bisnis antara Startup Inovasi Indonesia dengan enam Investor/akselerator melalui kegiatan pitching senilai 8 Miliar Rupiah. Selain itu terjalin juga kesepakatan penggunaan paten berupa lisensi senilai 40 juta rupiah.

Pada acara puncak Research and Innovation Week, Mego menambahkan, telah dilaksanakan penandatanganan kerja sama pemanfaatan hasil riset dan inovasi. Pertama, Penandatanganan Lisensi antara BRIN dengan PT. Pandu Agritek Gemilang, PT. Greenie Alam Indonesia, dan PT. Asatu Sembilan Enam dengan total nilai lisensi sebesar Rp. 40.000.000, – ditambah 3% – 5 % royalti dari pokok penjualan.

Kedua, Penandatanganan PKS Kontrak Startup dengan Investor, yaitu antara Lakone Smart Coffee Roaster dengan UMG Idealab dengan nilai investasi sebesar Rp. 2,5 M. Ketiga, penandatanganan MoU antara BRIN dengan PT HMI terkait Riset dan Inovasi Teknologi Pengolahan Mineral. Sedangkan kerjasama dengan PT. LEN terkait Riset dan Pemanfaatan Hasil Riset di bidang Energi, Transportasi dan Komunikasi dan PT. Thorcon terkait Riset Pengembangan dan Inovasi Teknologi Molten Salt Reactor akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Selain itu, pada acara puncak kegiatan ini, BRIN memberikan penghargaan terhadap para pengguna hasil riset dan inovasi untuk tiga kategori. Ketiga kategori tersebut adalah desa berinovasi, UMKM mandiri,  dan startup inovasi Indonesia unggul.

Penghargaan kategori Desa Berinovasi diberikan kepada Lembaga Penerima Program desa Berinovasi BRIN tahun 2021 yang mempunyai tingkat pencapaian dampak ekonomi, sosial dan akademik yang optimal melalui pemanfaatan riset dan inovasi, berpotensi untuk discale up dan didukung oleh ekosistem inovasi yang baik. Penerimanya adalah Gapoktan Ngudi Makmur, Koperasi Produsen Petani Kopi Tana Toraja (KOPINTA), dan Koperasi Syariah BMT Gapoktan Lanrisang.

Penghargaan kategori UMKM Mandiri diberikan kepada UMKM binaan BRIN yang menggunakan hasil inovasi BRIN dan memiliki peningkatan omset penjualan yang signifikan. Penghargaan ini diberikan kepada, pertama, PT. Tristania Vegetasi Indonesia merupakan UMKM binaan OR BRIN yang memproduksi media tanam dan pupuk nutrisi bio-organik. 

Peroleh penghargaan kategori UMKM Mandiri kedua yakni UKM Rumah Kompos Fajri Berkah Tani, merupakan UMKM yang memanfaatkan hasil litbang Inoculant Microba Rhizosfer (IMR), yaitu agen hayati yang bisa membantu memperkaya mikroba rizhosfer pada pupuk kompos dan memperbaiki unsur hara tanah. Penghargaan UMKM Mandiri ketiga diperoleh UMKM De’Manja yang menggunakan beberapa peralatan produksi BRIN seperti freeze dryer, mesin pengemasan dan freezer -70 ° Celsius. 

Sedangkan penghargaan Startup Inovasi Indonesia Unggul, diberikan kepada startup binaan BRIN yang berhasil mendapatkan pendanaan dari investor dengan jumlah yang signifikan. Penerima penghargaan ini adalah Lakone Smart Coffee Roaster yang berhasil mendapatkan pendanaan dari investor sebesar Rp. 2,5 M. 

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh mitra yang selama ini telah menggunakan hasil riset dan inovasi BRIN. Terlebih kepada mitra yang telah menandatangani penggunaan lisensi dari BRIN.

“Lisensi ini menjadi salah satu target utama kami di BRIN, dan itu adalah capaian indikator kinerja yang paling tinggi di BRIN, jauh lebih tinggi daripada paten dan karya tulis ilmiah yang diterbitkan di jurnal global sekalipun,” kata Handoko.

Menurut Handoko, lisensi ini tidak akan terjadi bila tidak ada mitra yang menggunakan produk riset dan inovasi yang telah dihasilkan BRIN. Kendati demikian, Handoko menjelaskan bahwa riset itu tidak selalu berhasil, sering juga mengalami kegagalan.

“Namun bagi riset yang berhasil akan memberikan diferensiasi yang tinggi dan menyebabkan produk bapak dan ibu paramitra memiliki competitiveness yang tinggi,” pungkasnya. (pur)

Sebarkan