(Jakarta, 03/11/2021) Pameran riset, inovasi, teknologi terbesar di Indonesia, Ritech Expo 2021, resmi dibuka hari ini. Berbagai produk dan inovasi ditampilkan pada pameran ini dengan menghadirkan lebih dari 80 exhibitor yang berasal dari lembaga riset, perguruan tinggi, industri, BUMN, perusahaan start up, hingga mitra luar negeri. Meski diselenggarakan secara virtual, gelaran pameran ini diharapkan tidak menghilangkan esensi pameran itu sendiri. Plt. Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Mego Pinandito, mengatakan, Ritech Expo 2021 dapat menjadi wadah pertemuan antara pemerintah, akademisi, dan industri.

“Ritech 2021 ini menjadi suatu wadah yang menghubungkan ekosistem riset dan inovasi baik dari pemerintah, akademisi, dan industri, sehingga, proses-proses penelitian itu bisa berujung pada produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” kata Mego dalam Kick Off Ritech Expo 2021, secara daring, Rabu (03/11).

Ia menuturkan, Ritech Expo merupakan bentuk awal dalam mendorong ekosistem riset dan inovasi melalui kolaborasi triple helix, yakni pemerintah, akademisi, dan industri. BRIN, lanjut Mego, memiliki SDM riset yang siap untuk berkolaborasi, serta membuka peluang kerja sama kepada semua pihak untuk memanfaatkan infrastruktur laboratorium maupun fasilitas-fasilitas riset lainnya.

“Kemudian kita berharap masyarakat, pemerintah daerah yang memiliki SDA dan SDM, bisa memanfaatkan kolaborasi ini. Itulah pentingnya stakehoders di dalam konteks Ritech Expo menjadi sangat penting,” ucap Mego.

Masyarakat dapat mengunjungi Ritech 2021 dengan melakukan registrasi terlebih dahulu melalui alamat website www.ritechexpo.id. Kendati pendaftaran telah dibuka, namun pameran dalam bentuk virtual exhibition baru akan dimulai pada tanggal 10 hingga 13 November 2021 dalam bentuk pameran interaktif, dan tanggal 14 November hingga 13 Desember 2021 dalam bentuk pameran statis.

Koordinator Publikasi dan Dokumentasi – BRIN, Boni Agusta, mengatakan, Ritech Expo 2021 merupakan kali kedua digelar secara virtual, menyesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19. Ia menuturkan, gelaran  Ritech Expo kali ini telah dilakukan penyempurnaan fitur dari gelaran Ritech Expo tahun lalu, seperti penyempurnaan pada dashboard visitor.

“Visitor memiliki dashboard sendiri yang sangat customize sesuai preferensi pengunjung dan sangat fleksibel, pengunjung bisa berinteraksi dengan exhibitor, serta bagaimana webinar-webinar dengan narasumber dari para exhibitor akan ditampilkan pada tahun ini sudah ditingkatkan lebih baik lagi,” jelasnya.

Fokus pameran pada tahun ini mengacu pada tema Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2021, yaitu Integrasi Riset untuk Indonesia Inovatif: Digital Green Blue Economy. Pameran virtual akan mempromosikan potensi hasil riset dan inovasi di 10 bidang fokus BRIN, yakni Pangan dan Pertanian, Kesehatan dan Obat, Energi dan Energi Terbarukan, Transportasi, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Pertahanan dan Keamanan, Material Maju, Kemaritiman, Penanggulangan Bencana, dan Sosial Humaniora, Seni, Budaya, dan Pendidikan. Kendati demikian, riset dan inovasi terkait penanganan pandemi Covid-19 juga menjadi bagian dari pameran ini.

“Dari Institut Teknologi Bandung (ITB), kami akan menampilkan produk seperti Virus Transport Medium (VTM), yakni larutan menyimpan hasil swab dari pasien terinfeksi virus Covid-19 agar tidak tercemar ataupun mengalami degradasi serta menekan pertumbuhan mikroba lainnya. Kemudian masker petugas medis dengan blower, dan kandidat vaksin Covid-19 karya ITB,” jelas Asisten Ahli Bidang Inovasi dan Transfer Teknologi – ITB, Indriani Rustomo, saat webinar dalam rangkaian Kick Off Ritech Expo 2021.

Kepala Seksi Diseminasi dan Promosi, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Juara Pahala Marbun, berharap, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi dapat meningkatkan jumlah perlindungan paten.

“Paten itu tidak hanya di wilayah DJKI. Saya mengajak lembaga riset, institusi, dan perguruan tinggi agar melalui Ritech Expo ini dapat meningkatkan jumlah perlindungan paten, termasuk juga kualitas paten itu sendiri, sehingga ketika paten itu bisa kompetitif dengan hasil-hasil riset di luar negeri, dapat menjadi sebuah stimulus untuk meningkatkan ekonomi kita,” pungkasnya.

Lebih dari 80 exhibitor hadir pada Ritech Expo 2021, diantaranya 20 institusi riset dibawah BRIN, 19 perguruan tinggi, 3 badan penelitian dan pengembangan daerah, 7 badan penelitian dan pengembangan kementerian/ lembaga, 8 industri/ BUMN, 15 startup inovasi Indonesia, dan 6 mitra luar negeri (tnt).