Bandung – Humas BRIN. Revolusi Industri 4.0 merupakan transformasi menuju perbaikan kehidupan manusia dengan mengintegrasikan dunia online dan lini produksi di industri. Semua proses produksi berjalan dengan internet sebagai penopang utama.

BRIN berkomitmen meningkatkan aspek-aspek riset di bidang robotika maju dan sistem kontrol. Di antaranya, dengan menitikberatkan pada peningkatan otomatisasi, komunikasi machine-to-machine, komunikasi human-to-machine, kecerdasan buatan (AI), serta pengembangan teknologi berkelanjutan termasuk di bidang teknologi robot. “Salah satu program riset unggulan di 2022 ini adalah program riset untuk kendaraan listrik,” tutur Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika Budi Prawara, dalam sambutannya pada webinar Sistem Kontrol dan Robotika Maju (Control System and Advanced Robotics) Rabu (13/04).

Budi mengaku bangga bahwa BRIN melalui perisetnya bisa ikut andil dalam perkembangan riset di bidang sistem kontrol dan robotika maju. Ia mencontohkan proyek Ibu Kota Negara (IKN) yang mengedepankan konsep hijau, BRIN sudah bersiap dengan penelitian dan pengembangan kendaraan otonom. Kendaraan otonom tentunya merupakan suatu sistem mekatronika cerdas yang difungsikan sebagai alat transportasi. “Berkaitan dengan teknologi kunci seperti sistem deteksi objek dengan radar dan lidar, kamera, sistem mekanik dan kontrol untuk kemudi dan pengereman, juga sistem telekomunikasinya,” tuturnya.

Riset di bidang Robotika juga bukan hal baru di BRIN. Para peneliti BRIN yang dahulu tergabung dalam Pusat Riset Tenaga Listrik dan Mekatronik berkolaborasi untuk merancang bangun berbagai purwarupa robot salah satunya Robot Penjinak Bom. “Pak Roni ini juga pengembangnya bersama peneliti lain,” ungkap Budi. Ia juga kagum dengan pencapaian narasumber webinar Prof. Pitoyo Peter Hartono yang sukses mewujudkan robot raksasa Gundam dan berharap kelak bisa bersua langsung. “Saya berharap webinar ini dapat bermanfaat dan motivasi bagi kita untuk terus berkontribusi, khususnya periset di bidang sistem kontrol dan robotika cerdas,” kata Budi.

Kendaraan Mobile Robot

Pitoyo Peter Hartono dari Chukyo University Jepang menceritakan sejarah perkembangan robot. Menurutnya, robot adalah peralatan yang mampu melakukan fungsi yang layaknya manusia. Bisa juga diartikan sebagai peralatan yang mampu bekerja dengan kecerdasan yang hampir mirip dengan manusia. Robotika itu sendiri merupakan bidang keilmuan dinamis yang perkembangannya sangat pesat. Perkembangan ini tidak terlepas dari keterlibatan banyak disiplin ilmu seperti ilmu komputasi, permesinan dan elektronika termasuk teknologi terapan. “Dimasa mendatang setiap orang mungkin akan hidup berdampingan dengan robot layaknya Doraemon,” tutur Pitoyo.

Pitoyo melanjutkan, robot sering dianggap sebagai gabungan antara perangkat keras mekanik dan perangkat elektronik yang berfungsi untuk menggantikan pekerjaan manusia yang biasanya beresiko tinggi. Diantaranya seperti pekerjaan pada temperatur suhu yang tinggi, zat kimia beracun, ruang hampa udara, dan pada kondisi yang tidak mungkin dikerjakan oleh manusia itu sendiri. “Tidak boleh ada orang yang terputus dalam masyarakat itulah tujuan utama era ini era society 5.0,” ungkapnya.

Roni Permana Saputra, peneliti Pusat Riset Mekatronika Cerdas, memaparkan hasil-hasil penelitian berupa Kendaraan Mobile robot berbasis darat yang telah dilakukannya di BRIN. Mobile robot merupakan subfield dari system robotic yang dicirikan dengan kemampuan untuk melakukan perpindahan dari satu lokasi ke lokasi lainnya (locomotion). “Mobile robot itu sendiri dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu kendaraan darat tak berawak (unmanned ground vehicle), kendaraan udara tak berawak (unmanned aerial vehicle), dan kendaraan bawah laut tak berawak (unmanned underwater vehicle),” kata Roni.

Dalam penelitiannya sejak 2011 sampai sekarang, Roni mengaku lebih fokus kepada kendaraan darat tak berawak alias Unmanned Ground Vehicle. Kendaraan ini menggunakan sistem kontrol Robot penggerak otonom (Autonomous Mobile Robot) dimana robot ini memiliki kemampuan untuk bertindak tanpa kontrol atau panduan langsung dari operator manusia. Beberapa robot hasil penelitian yang dilakukan oleh Roni antara lain: Robot MoroLIPI, Robot UNSW UGV, Robot Quickie, Robot DE NIRO, Robot ResQbot, Robot Imperial Slider, dan yang terbaru Robot ANYmal Bunny.

Webinar yang dihadiri oleh 300 partisipan ini berlangsung sejak Pukul 09.00 WIB dan diawali dengan pengantar dari Plt. Kepala Pusat Riset Mekatronika Cerdas Yanuandri Putrasari dan dimoderatori oleh Harry Septanto Peneliti Pusat Riset Mekatronika Cerdas BRIN (hmn, as/ ed. kg)

Sebarkan