Jakarta – Humas BRIN. Habibie Prize 2021 adalah sebuah penghargaan yang diberikan kepada insan terbaik dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang telah membaktikan hidupnya untuk kesejahteraan, keadilan dan perdamaian. Penganugerahan Habibie Prize 2021 merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) iptek dan talenta iptek.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, mengatakan salah satu permasalah yang harus dihadapi oleh dunia riset di Indonesia adalah critical mass yang rendah khususnya terkait SDM riset yang unggul. “Permasalahan riset dan inovasi di Indonesia yang paling fundamental adalah critical mass yang rendah terkait SDM unggul, infrastruktur riset, dan anggaran,” ujar Handoko pada acara 30 minutes with scientist di salah satu stasiun TV swasta, Kamis (11/11).

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, pemerintah membentuk BRIN yang bertugas mengintegrasikan semua sumberdaya terkait riset yang dimiliki pemerintah dengan harapan critical mass akan naik dan dunia riset di Indonesia memiliki kapasitas yang mampu berkompetisi secara global. Selain itu, lanjut Handoko, BRIN membangun ekosistem riset yang mengintegrasikan seluruh sumberdaya baik SDM, infrastruktur yang komplit dan anggaran yang memadai sehingga mampu menjadi enabler atau fasilitator bagi periset di luar BRIN.

“Dengan begitu periset kita tidak hanya akademisi di BRIN dan perguruan tinggi saja, tetapi juga dari komunitas dan industri bisa melakukan riset dengan mudah,” tambahnya.

Menurutnya, fasilitas riset yang dimiliki BRIN bersifat open platform sehingga dapat dimanfaatkan secara bersama-sama oleh para periset dari komunitas dan industri selain para periset dan akademisi. Dengan begitu semua orang termasuk industri mendapat kemudahan melakukan riset dan mengakses hasil riset yang tersedia dalam rangka membantu meningkatkan nilai tambah secara ekonomi dari sebuah produk.

“BRIN membuka berbagai skema peningkatan kapasitas SDM dalam program manajemen talenta nasional bidang riset dan inovasi. Salah satu pilar utama program peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM riset adalah mobilitas periset,” tambahnya.

Karena itulah lanjut Handoko, BRIN membuka skema yang mendukung mobilitas periset yang memungkinkan adanya mobilitas periset baik di dalam maupun luar negeri. Pada dasarnya kompetisi riset bersifat global maka peningkatan kapasitas periset tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal saja melainkan interaksi dengan para periset baik nasional maupun internasional sangat dibutuhkan.

“Pemberian penghargaan Habibie Prize merupakan salah satu bagian penting sebagai bentuk dari sistem reward dan punishment yang harus di bangun di dalam komunitas riset dan inovasi,” ujarnya.

Handoko berharap, para pemenang Habibie Prize ini adalah para insan riset terbaik kita di bidangnya masing-masing dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi para periset yang lain khususnya para periset muda atau calon-calon periset muda di masa depan. Dengan begitu, BRIN memastikan keberlanjutan ekosistem riset dan inovasi di Indonesia tetap terbangun dengan adanya sdm unggul sebagai input utama aktivitas riset di berbagai bidang.

Senada dengan Handoko, Ketua Yayasan SDM Iptek, Wardiman Djodjonegoro mengatakan, SDM iptek menjadi bagian penting dalam riset, maka perlu didorong untuk terus peduli kepada iptek dan meningkatkan mutunya. Salah satu upaya peningkatan kapasitas SDM Iptek, Yayasan SDM Iptek memberikan penghargaan kepada para periset melalui penganugerahan Habibie Prize 2021.

“Habibie Prize melingkupi 5 kategori pemenang namun dari kelima kategori tersebut meliputi seluruh spektrum ilmu yang ada,” kata Wardiman.

Kelima bidang kategori tersebut yakni kelompok ilmu dasar, kelompok kedokteran dan bioteknologi, kelompok perekayasa, kelompok ilmu sosial ekonomi politik dan hukum, dan kelompok ilmu filsafat agama dan kebudayaan. Kedepan kategori tersebut dapat diperluas lagi misalnya terkait aeronomic dan dirgantara, serta ketenaganukliran.

“Pemberian Habibie Prize ini selain memberi penghargaan atas jerih payah dan pemikiran para ilmuan kita, mereka juga dapat menjadi contoh bagi ilmuwan lain untuk berprestasi dan menjadi unggul di dalam iptek. Dengan Habibie Prize akan semakin banyak ilmuan kita yang berprestasi dan mutu penelitiannya meningkat,” harap Wardiman. (Pur)