Jakarta – Humas BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai satu-satunya lembaga riset di Indonesia menargetkan jumlah periset dengan kualifikasi telah menyelesaikan pendidikan jenjang S3 sebanyak 5000 orang. Diketahui, saat ini jumlah periset di BRIN sebanyak 9000 orang yang berasal dari seluruh kementerian/lembaga (K/L).

Hal ini disampaikan Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko pada Serah Terima Surat Keputusan Pengalihan Pegawai Kementerian/Lembaga Menjadi Pegawai di Lingkungan BRIN Batch Kedua, Jakarta, Rabu (02/03). Menurutnya, sebuah lembaga riset yang ideal tidak ditentukan oleh jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) riset melainkan kualifikasi SDM riset itu sendiri.

“Jumlah ideal periset di BRIN tidak ditentukan dari seberapa banyak SDM risetnya saja tapi, sebetulnya yang penting adalah kualitas SDM periset itu sendiri. Saya menargetkan kualifikasi periset di BRIN setidaknya harus telah menyelesaikan jenjang pendidikan S3,” kata Handoko.

Ia menegaskan, jumlah SDM riset sebanyak 9000 orang itu sebenarnya sudah lebih dari cukup, yang terpenting adalah meningkatkan kualifikasi, kapasitas, dan kompetensi dari para periset itu sendiri. Salah satu upaya yang dilakukan BRIN untuk menjadikan lembaga riset ini ideal yakni mengangkat dan melantik Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dengan kualifikasi S3 sebanyak 10 orang pada hari Selasa, 1 Maret 2022.

Handoko berharap, para periset yang bergabung ke dalam BRIN dapat lebih kreatif dan produktivitasnya meningkat. “Kami berharap para periset yang tergabung di BRIN bisa semakin meningkat produktivitasnya dan kapasitas serta kompetensinya. Selain itu, semoga BRIN bisa menjadi rumah para periset yang lebih baik, sehingga dapat memberikan kontribusinya yang lebih banyak termasuk untuk lembaga atau kementerian asalnya,” tambahnya.

Plt. Kepala Biro Perencanaan, Kepegawaian, dan Hukum, Badan Informasi Geospasial (BIG), Ali Nor Hidayat yang turut hadir menyaksikan serah terima pengalihan SDM, menyambut baik integrasi sumber daya riset ke dalam BRIN. Menurutnya, selama ini kegiatan penelitian di Indonesia kurang terkoordinasi dengan baik.

Selain kurangnya koordinasi, kegiatan penelitian juga sering mengalami tumpang tindih antar lembaga atau kementerian. “Selama ini penelitian belum terkoordinir dengan baik, dan setelah seluruh lembaga riset berkumpul menjadi satu di BRIN, nantinya penelitian di Indonesia akan lebih terarah dan dapat memberikan manfaat yang lebih baik kepada negara,” ujar Ali Nor.

Jumlah peneliti dari BIG yang diintegrasikan ke dalam BRIN sebanyak 21 orang, pada batch pertama sebanyak 15 orang telah diproses pengalihannya. Pada batch kedua ini, sebanyak satu orang peneliti diproses untuk dialihkan dan sisanya menunggu Surat Keputusan dari Presiden, mengingat mereka saat ini menduduki posisi sebagai peneliti utama.

Dengan berpindahnya fungsi penelitian di BIG ke dalam BRIN, tutur Ali Nor, saat ini pihaknya tengah mengajukan rancangan Peraturan Presiden tentang BIG yang di dalamnya fungsi penelitian telah dikeluarkan dari tusi BIG. “Setelah perpres ini selesai akan ditindaklanjuti dengan membuat Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK),” turunya.

“Selanjutnya pelaksanaan fungsi penelitian informasi geospasial diserahkan kepada BRIN yang mempunyai tugas dan fungsi di bidang tersebut,” lanjutnya.

Terkait keberlanjutan fungsi penelitian informasi geospasial, Ali Nor menjelaskan, mengingat fungsi dan SDM risetnya telah dialihkan kepada BRIN, maka kegiatan riset tersebut diharapkan tetap berjalan di BRIN dan dapat dilaksanakan oleh para periset yang sebelumnya berasal dari BIG. Koordinasi akan terus dibangun antar lembaga untuk memastikan layanan informasi geospasial tetap berjalan.

“Koordinasi menjadi hal penting antara BIG dengan BRIN dalam melakukan kegiatan penelitian khususnya terkait informasi geospasial. Dan diharapkan para peneliti yang dulunya berasal dari BIG mampu berkontribusi dengan memberikan masukan kepada BRIN terhadap pelaksanaan fungsi layanan penelitian informasi geospasial yang menjadi tugas pokok dari BIG,” pungkasnya. (pur)

Sebarkan