Jakarta – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Biro Komunikasi Publik, Umum, dan Kesekretariatan menyelenggarakan kegiatan vaksinasi Covid-19 dosis ke-3 pada Selasa (15/02). Vaksinasi dosis ke-3 atau yang dikenal dengan vaksinasi booster ini dilaksanakan serentak di 3 (tiga) lokasi berbeda yaitu Kampus BRIN Thamrin, Kampus BRIN Gatot Subroto, dan Kampus BRIN Pasar Jumat.

Meningkatnya kasus konfirmasi positif Covid-19 varian Omicron di Indonesia pada awal tahun 2022 ini membuat Pemerintah terus menggencarkan vaksinasi booster kepada masyarakat. BRIN bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan Satuan Tugas Covid-19 (Satgas Covid-19) menyelenggarakan vaksinasi booster dengan menyasar sekitar 2.549 pegawai di lingkungan BRIN RI.

“Kita ingin mempercepat pemberian vaksin dosis ke-3 yang merupakan program pemerintah untuk meningkatkan kekebalan komunitas, dan hari ini BRIN telah berkontribusi akan itu. Pemberian vaksin booster memang sebuah kebutuhan bagi kita semua, dengan dilaksanakannya vaksinasi booster ini kedepannya diharapkan tidak akan ada lagi transmisi lokal penularan Covid-19 di Indonesia,” ujar Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di kampus BRIN Thamrin.

Kepala Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan Kemenkes RI, Pretty Multihartina yang juga hadir meninjau pelaksanaan vaksinasi booster di kampus BRIN Thamrin mengungkapkan bahwa vaksinasi merupakan salah satu cara untuk memitigasi penyakit terutama dalam situasi pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan di berbagai negara terkait Covid-19, WHO akhirnya menetapkan perlu adanya vaksinasi booster.

“Dalam rangka memaksimalkan semua masyarakat untuk divaksinasi paling tidak 70% dari total jumlah penduduk, maka pemerintah melakukan percepatan-percepatan vaksinasi melalui pegawai-pegawai di kementerian/lembaga. Salah satunya yang kita lihat di BRIN yang saat ini sedang dilakukan vaksinasi booster. Memang saat ini mengalami penurunan peserta, bukan berarti tidak divaksin melainkan membuktikan bahwa semakin banyaknya sentra vaksinasi di luar sana,” ungkap Pretty.

Dengan dilaksanakannya vaksinasi booster di berbagai wilayah, Indonesia dinilai perlu mencapai kemandirian vaksin Covid-19. Terkait hal tersebut Handoko menegaskan bahwa BRIN akan terus mendukung program vaksinasi yang dicanangkan oleh pemerintah termasuk pengembangan vaksin merah putih. Kini vaksin merah putih telah memasuki tahap uji klinis fase 1 setelah sebelumnya berhasil melewati uji praklinis.

“Kedepannya BRIN akan terus bekerja sama dengan Kemenkes RI dan Satgas Covid-19 untuk kegiatan vaksinasi ini. Tapi setidaknya ikhtiar kita untuk saat ini bahwa booster itu perlu sudah kita lakukan. BRIN sampai saat ini masih terus melanjutkan riset vaksin merah putih. Salah satu dari 7 (tujuh) tim vaksin yang kita support sudah masuk ke dalam tahap uji klinis fase 1. Kita harapkan tim lainnya juga dapat segera masuk tahap uji klinis. Kita perlu vaksin merah putih ini,” tegas Handoko. 

Pelaksanaan pemberian vaksin di Kawasan Gatot Subroto diikuti oleh 375 pegawai BRIN dari pagi hingga sing. Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Kebumian, Ocky Karna Radjasa berharap pelaksanaan pemberian vaksin di Kawasan Gatot Subroto berjalan lancar. 

“Saya berharap pelayanan pada pagi – siang hari nanti bisa berjalan dengan baik dari semua civitas BRIN yang bisa mendapat fasilitas dan berharap tidak mendapat gangguan  selama pelaksanaan kegiatan vaksin booster  ini,” kata Ocky.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kawasan Pasar Jumat, Jakarta Selatan. Sebanyak 472 pegawai BRIN menerima dosis vaksin booster. 

Penanggung jawab kegiatan vaksinasi dari Puskesmas Cilandak, Yesinta Diandra, mengatakan, limbah medis dari pelaksanaan kegiatan vaksinasi di tiga titik kawasan BRIN akan dikelola secara bersama. “Untuk limbah medis, karena di BRIN ada tiga titik  lokasi vaksin, nanti akan dikumpulkan jadi satu. Limbah medis akan dibagi menjadi tiga, limbah non infeksius yang dimasukan ke plastik hitam, limbah medis seperti alcohol swab ke plastik kuning, dan limbah suntik yang disimpan ke safety box. Limbah medis dan limbah suntik akan dikumpulkan dan dibawa,” kata Yesinta.

Melalui kegiatan pemberian vaksin booster ini, diharapkan pegawai BRIN memiliki antibodi yang dapat mencegah terpapar dari covid-19. “Diharapkan dari kegiatan ini, pegawai BRIN yang mengikuti vaksin akan memiliki antibodi termasuk juga yang di Thamrin dan Gatot Subroto, dan diharapkan juga kegiatan ini berjalan lancar. Saya melihat semua kegiatan berjalan lancar, alur flow-nya tidak ada hambatan, dan juga dukungan logistik serta vaksinator yang luar biasa semangatnya,” tambahnya.

Pelaksanaan pemberian vaksinasi booster COVID-19 yang berlangsung di tiga lokasi kampus BRIN ini terselenggara berkat dukungan dari berbagai pihak, diantaranya Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional- Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan, R.S. Prikasih Pondok Labu, dan Puskesmas Kecamatan Cilandak. (frd,yrt/ed:pur)

Sebarkan