SIARAN PERS

BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL

NO: 23 /SP/HM/BKPUK/III/2022

Hari ini, BRIN Berikan Pendampingan dan Bimbingan

Penerima Pendanaan Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR)

Gelombang Pertama

Program Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR)  adalah program yang diarahkan untuk meningkatkan ekosistem riset dan inovasi. Program ini meliputi pra inkubasi, inkubasi serta pasca inkubasi. Dalam program pra inkubasi dan inkubasi tersebut terdapat program coaching dan mentoring. Program Coaching dan Mentoring diberikan kepada peserta penerima pendanaan PPBR sebelum pelaksanaan kegiatan inkubasi bisnis. Program ini dilaksanakan maksimal selama 6 bulan dengan kurikulum yang didesain untuk pembekalan tahap awal bagi calon start-up BRIN. 

Jakarta, 11 Maret 2022. BRIN mendorong munculnya perusahaan pemula atau start-up berbasis riset yang memiliki keunggulan dan kemampuan dalam pengembangan usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan. Melalui program PPBR, BRIN membuka kesempatan bagi seluruh warga negara Indonesia untuk dapat memanfaatkan dan mengkomersialisasikan hasil riset BRIN. Skema pendampingan start-up melalui program PPBR didesain dan dirancang sedemikian rupa sehingga dapat memperbesar dan mempercepat peluang keberhasilan usaha yang dijalankan oleh start-up BRIN.

Kegiatan pendampingan (coach & mentor) start-up BRIN dilakukan oleh Tim Fungsi Inkubasi PPBT (Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi), Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat dan UMKM – Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga tahapan utama yakni pra-inkubasi, inkubasi dan pasca inkubasi. 

Kegiatan pra-inkubasi difokuskan pada proses alih teknologi dan pembentukan tim start-up. Pada tahapan inkubasi bisnis, start-up memperoleh pendanaan hingga 300 juta per tahun dan dapat diperpanjang selama 2 tahun. Tahapan paska inkubasi, start-up akan berfokus pada pengembangan jaringan bisnis dan scale up. 

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mengatakan, PPBR yang mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan coaching dan mentoring adalah mereka yang ditetapkan sebagai peserta penerima pendanaan yang telah diumumkan beberapa waktu yang lalu. “Program ini direncanakan berlangsung selama enam bulan, namun tidak semua para pemenang akan menghabiskan waktu enam bulan penuh untuk coaching dan mentoring, nanti sekiranya start-up tersebut dapat menyelesaikan program ini kurang dari enam bulan, akan dilanjutkan ke masa inkubasi bisnis,” kata Handoko pada Kick Off Program Coaching dan Mentoring PPBR Tahap 1, Jumat (11/03).  

Selama mengikuti coaching dan mentoring, jelas Handoko, peserta akan mendapatkan pembekalan baik berupa materi, studi kasus, dan implementasi konsep dalam bisnis mereka. Beberapa konsep terkait dengan pengembangan bisnis bagi perusahaan rintisan atau start-up diperkenalkan dan diadopsi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.

Konsep lean start-up, design thinking, team building, problem validation, customer discovery, entrepreneur basic accountant, marketing dan aspek legal akan diperkenalkan pada tahapan ini. Program mentoring dan coaching ini sebagai langkah awal untuk membekali dan membentuk para calon start-up untuk siap menjalankankan dan mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan hasil riset BRIN.

“Kami mempersiapkan program mentoring dan coaching dengan kurikulum yang relevan dan studi kasus yang aktual. Kami juga menyediakan coach dan mentor baik dari internal maupun eksternal BRIN untuk membantu mengkondisikan para pelaku start-up dalam dunia persaingan bisnis yang sebenarnya. Karena produk atau layanan jasa yang menjadi bisnis utama berasal dari riset BRIN, kami memastikan bahwa transfer knowledge dan teknologi kepada para start-up dapat berjalan dengan smooth dan lancar.” jelasnya. 

Dia mengatakan, istilah PPBR digunakan untuk dapat mencakup lebih banyak aspek, bukan hanya saja aspek teknologi atau teknopreneur namun dapat mendorong munculnya aspek-aspek lain misalkan yang berbasis social engineering atau sociopreneur. Kolaborasi riset dengan masyarakat dan industri tidak hanya menguatkan sendi perekonomian dari dalam, namun juga akan menjadi etalase di mata dunia mengenai serapan dan pemanfaatan produk riset terhadap pertumbuhan ekonomi. 

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dan membuka jalan untuk kolaborasi pemanfaatan riset yang lebih besar dan berdampak bagi peningkatan ekonomi negara dalam skala mikro. Terlebih lagi, saat ini Indonesia sebagai tuan rumah G20, akan kita gunakan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kita dapat bangkit secara ekonomi pasca pandemi Covid-19,” Harap Handoko.

Sebarkan