Jakarta – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko memberikan sambutan pada acara Orasi Pengukuhan Profesor Riset BRIN yang dilaksanakan secara hybrid pada Kamis (23/12). Majelis Profesor Riset kembali mengukuhkan empat profesor riset di lingkungan BRIN. Dengan dikukuhkannya keempat profesor riset kali ini, kini BRIN resmi memiliki 10 profesor riset. Selain itu, secara nasional kini Indonesia telah memiliki 629 profesor riset dari berbagai disiplin ilmu.

Handoko dalam sambutannya menyampaikan bahwa keempat profesor riset yang baru dikukuhkan tersebut merupakan putra putri terbaik Indonesia yang telah bekerja dan mengabdikan dirinya dalam dunia riset di bidangnya masing-masing. Gelar profesor riset bukan hanya sekedar gelar yang melekat pada diri masing-masing periset namun juga menjadi tantangan yang tidak ringan kepada yang bersangkutan.

“Gelar profesor riset adalah gelar tertinggi yang dicapai oleh seseorang dalam karirnya sebagai periset. Profesor riset memiliki tanggung jawab yang sangat besar, tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga diharapkan dapat menjadi yang terdepan memimpin kelompok riset di bidangnya masing-masing. Karena hal itulah menjadi profesor riset akan memberikan tanggung jawab yang lebih besar bagi para pemangkunya,” ujar Handoko.

Adapun periset yang dikukuhkan sebagai profesor riset kali ini adalah sebagai berikut:

  1. Prof. Dr. Drs. Irtanto, M.Si., Bidang Politik dan Pemerintahan
    Judul orasi: Konflik Otonomi Daerah dan Dampaknya Terhadap Penyelenggaraan Pemerintahan.
  2. Prof. Dr. Eng. Agus Haryono, Bidang Kimia Makromolekul
    Judul orasi: Modifikasi Struktur Makromolekul untuk Optimalisasi Sifat Mekanik dan Termal pada Kemasan Ramah Lingkungan Berbasis Bioplasticizer Turunan Kelapa Sawit.
  3. Prof. Dr. Siswanto, M.Si., Bidang Hubungan Internasional
    Judul orasi: Pengembangan Model Mediator Rasional Berbasis Perubahan Kebijakan Amerika Serikat dan Aksi Mediasi dalam Sengketa Irian Barat.
  4. Prof. Dr. Muhammad Rokhis Khomarudin, S.Si., M.Si., Bidang Teknologi Penginderaan Jauh
    Judul orasi: Iptek Penginderaan Jauh untuk Meningkatkan Kualitas Deteksi Permasalahan Lingkungan dalam Mendukung Mitigasi Bencana di Indonesia.

Handoko melanjutkan, proses transformasi kelembagaan riset yang masih dan terus berjalan hingga awal tahun 2022 ini akan menjadi milestone yang besar bagi komunitas riset di Indonesia. Pengintegrasian berbagai unit litbang kementerian/lembaga ke dalam BRIN juga akan menjadi salah satu sejarah dari transformasi kelembagaan riset yang paling besar di dunia.

“Kita semua berkomitmen untuk melaksanakan amanat ini dengan niat dan tujuan yang baik. Semua ini kita dilakukan semata-mata untuk memperbaiki ekosistem riset dan inovasi di Indonesia secara fundamental. Dengan SDM periset dan talenta yang kita miliki saat ini kita dapat melakukan percepatan perbaikan ekosistem riset dan inovasi di Indonesia dalam waktu yang tidak terlalu lama,” jelas Handoko.

Di akhir sambutannya, Handoko berharap semua sivitas BRIN baik pelaku maupun pendukung riset untuk semakin fokus mengupayakan apa yang ada dalam diri. Bergabungnya berbagai unit litbang kementerian/lembaga harus menjadi semangat dan motivasi bagi semua. Pengukuhan keempat profesor riset juga menjadi bukti bahwa BRIN terus memiliki kesinambungan kaderisasi dan regenerasi periset untuk menghasilkan riset dan inovasi yang berkualitas internasional.

“Semoga pengukuhan profesor riset ini bisa memberikan motivasi baru bagi para periset lain agar regenerasi kompetensi tetap terus terjaga dan berkesinambungan. Hal tersebut sangat penting dilakukan untuk dapat menghasilkan riset yang semakin berkualitas di masa mendatang guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia,” pungkas Handoko. (frd)

Sebarkan