SIARAN PERS

BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL

No : 199/SP/HM/BKPUK/XII/2021

Berdasarkan sensus penduduk, tercatat kepadatan penduduk Indonesia pada tahun 2020 sebanyak 141 jiwa per kilometer persegi dari luas daratan 1,9 juta kilometer persegi. Selama 2010-2020, rata-rata laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,25 persen per tahun. Data sensus penduduk ini tidak hanya bermanfaat untuk membuat perencanaan di masa kini tetapi juga mengantisipasi apa yang akan terjadi masa depan. Oleh karena itu, untuk mendalami kondisi, potensi masalah dan tantangan pembangunan kependudukan di masa yang akan datang, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Kependudukan, Lembaga Demografi FEB UI, dan Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI), akan menyelenggarakan webinar Indonesian Demographic Outlook (IDO) 2022, pada 16 Desember 2021, dengan tema  ‘Demografi di Era Pandemi: Proyeksi, Transisi, dan Bonus demografi’

Jakarta, 16 Desember 2021. Indonesian Demographic Outlook (IDO) 2022 merupakan webinar tahunan ketiga yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). IDO 2022 terlaksana atas kolaborasi  para ahli demografi di tanah air untuk membahas isu kependudukan paling mutakhir.

“Acara ini, merupakan hal penting bagi tim kolaborasi BRIN, FEB UI, dan IPADI untuk memberikan sumbang saran berbagai alternatif dan solusi terkait problematika kependudukan,” ungkap Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko.

Handoko berharap, kegiatan IDO ini dapat terus digelar secara rutin mengingat masalah demografi dan kependudukan di Indonesia ini adalah salah satu isu strategis pembangunan yang sangat dinamis dan penting untuk dibahas.

Melihat beragam isu penting dan kontemporer inilah, maka saya melihat kegiatan webinar IDO 2022 ini memiliki peran strategis dan diharapkan mampu memberikan kontribusi pemikiran dan pemecahan masalah yang lebih konkrit, khususnya dalam menjawab tantangan bonus demografi, kemiskinan, dan pemulihan dari dampak pandemi COVID-19 di tanah air

Handoko mengatakan, problem masa kini yang masih dihadapi adalah terkait dengan dampak Pandemi COVID-19 yang masih belum sepenuhnya selesai. “Seperti yang dicatat oleh survey Bank Dunia, dampak langsung pandemi tercatat sekitar 24% kepala rumah tangga berhenti bekerja, bahkan dari sekitar 76% breadwinners yang masih terus bekerja, dua pertiganya mengalami penurunan pendapatan,” jelas Handoko.

Selain itu, lanjut Handoko, secara otomatis penggunaan teknologi menjadi kebutuhan ‘dasar’ masyarakat yang mempengaruhi ragam pekerjaan dan sumber-sumber pendapatan. Menurutnya, isu teknologi sebagai kebutuhan dasar penduduk ini tentu juga penting, mengingat akses terhadap teknologi belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Handoko, selain soal dampak langsung pandemi terhadap penduduk, tantangan lainnya adalah soal terjadinya transisi epidemiologi dan transisi demografi, dan  pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), hingga penyusunan Blueprint/Grand Design Kependudukan 2045 (100 tahun Indonesia merdeka). “Sehingga, penting menjadi perhatian oleh semua pemangku kepentingan dalam hal kesejahteraan penduduk dan bonus demografi yang dimiliki Indonesia,” pungkasnya.

Sebagai informasi, webinar ini menghadirkan nara sumber: Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo; Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono; Senior Economist World Bank, Ririn Purnamasari; Direktur Kependudukan & Jaminan Sosial Bappenas, Muhammad Cholifihani.

Keterangan lebih lanjut:

Yanu Endar Prasetyo (Peneliti PRK-BRIN)

Dyah R. Sugiyanto (Koordinator Komunikasi Publik BRIN)

Sebarkan