Jakarta – Humas BRIN, Banjir bandang yang terjadi di Kota Batu Malang, Jawa Timur pada 4 November 2021 menyisakan duka mendalam bagi para korbannya. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Tim tanggap darurat dari Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) menyampaikan analisis salah satu penyebab terjadinya banjir bandang kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Plt. Kepala Pusat Riset Aplikasi Penginderaan Jauh, ORPA, M. Rokhis Khomarudin, mengatakan hasil analisis berupa informasi pemetaan dari satelit menunjukkan adanya penurunan luasan hutan dari tahun 1995 – 2021. “Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi penurunan hutan seluas 2085 ha, penurunan sawah seluas 2295 ha, peningkatan Kawasan pemukiman 420 ha, dan peningkatan luas perkebunan sebesar 3939 ha,” kata Rokhis melalui pesan tertulisnya, Senin (08/11).

Pengalihan fungsi lahan yang selama ini terjadi lanjut Rokhis, menyebabkan daya dukung lingkungan di wilayah hulu semakin rendah sehingga menyebabkan limpasan air hujan yang tinggi tidak dapat diserap ke dalam tanah. Agar kejadian serupa terulang lagi, maka perlu adanya pemantauan perubahan fungsi lahan yang dilakukan terus-menerus sehingga dapat tangani lebih cepat.

ORPA dengan kemampuan dan fasilitas yang dimiliki, secara rutin mengirimkan informasi berupa citra satelit kepada BNPB sebagai bahan masukan dalam penanggulangan bencana. Berdasarkan data tersebut, BNPB dapat merencanakan tindakan antisipasi penanggulangan bencana sejak dini.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap ORPA yang secara rutin mengirimkan informasi citra satelit, pada tahun 2015 BNPB memberikan award kepada ORPA yang sebelumnya bernama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). “Tim penanggulangan bencana ORPA meraih award dari BNPB sebagai tim yang berpartisipasi aktif dalam penanggulangan bencana di Indonesia,” lanjutnya.

Dijelaskan Rokhis, saat ini sistem yang dimiliki BRIN telah terintegrasi dengan beberapa sistem yang ada di BNPB, diantaranya pemantauan kebakaran lahan dan pemantauan potensi banjir. Adanya integrasi sistem ini diharapkan perencanaan penanganan bencana dapat lebih baik.

Rokhis berharap informasi yang disampaikan ORPA dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan menjadi bagian untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kedaruratan. “Harapannya informasi citra satelit dapat digunakan untuk pengambilan kebijakan selanjutnya terkait pencegahan bencana di masa mendatang,” pungkasnya. (Pur)