Serpong – Humas BRIN, Fasilitas Iradiator Gamma Merah Putih (IGMP) yang dimiliki Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan layanan iradiasi gamma kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas produk dan sterilisasi alat kesehatan. Layanan ini menjadi salah satu solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat dalam pengiriman produk pasca panen dari satu daerah ke daerah lain yakni rusaknya kualitas produk sebelum sampai ditempat tujuan.

Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menyebabkan pengiriman produk pangan antar wilayah bahkan antar negara membutuhkan waktu yang lebih lama. Hal tersebut dapat menjadi kendala dalam menjaga kualitas produk agar tetap dalam kondisi baik sesuai kebutuhan pelanggan. Waktu yang dibutuhkan dalam proses pengiriman dapat menyebabkan produk menjadi rusak atau membusuk karena adanya mikroorganisme di dalamnya sehingga menurunkan nilai ekonomi produk tersebut.

Koordinator Pelaksana Fungsi Kemitraan Infrastruktur Tenaga Nuklir dan penanggung jawab IGMP, Salim Mustofa mengatakan, Iradiasi merupakan salah satu cara pengawetan dan sterilisasi yang sangat efektif, dimana paparan radiasi terhadap suatu benda dapat menghambat pertumbuhan atau bahkan mematikan bermacam jenis mikroorganisme, seperti virus, bakteri, parasit maupun spora jamur yang berada dalam benda tersebut. “Oleh karena itu iradiasi dapat menjadi solusi bagi industri produk pangan maupun sterilisasi alat kesehatan dalam menjaga kualitas produknya,” kata Salim, Selasa (02/02).

Dia menambahkan, IGMP yang berada di Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan yang merupakan iradiator multifungsi berskala industri. IGMP digunakan untuk keperluan penelitian, dan juga digunakan sebagai fasilitas layanan bagi UMKM maupun industri untuk pengawetan bahan pangan, obat herbal, kosmetik, sterilisasi alat kesehatan dan sebagainya sehingga akan mendukung ekspor industri produk pangan serta mendukung ketahanan pangan nasional.

IGMP mulai dibangun pada tahun 2014 hingga 2017 dan diresmikan penggunaannya pada 15 November 2017 oleh Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI saat itu. IGMP memiliki kapasitas maksimal sebesar 2 MCi, dengan kapasitas terpasang sebesar 300 kCi dengan menggunakan sumber radioaktif Cobalt-60 (Co-60).

Sumber radioaktif Cobalt-60 paling umum digunakan karena memiliki radiasi gamma yang cukup besar, tidak larut dalam air (wet package) dan lebih tahan lama. Radiasi Gamma dianggap lebih efektif karena memiliki energi yang cukup besar untuk mengionisasi atom materi dan merusak molekul, dan pada level tertentu dapat membunuh mikroorganisme.

“Proses iradiasi untuk sterilisasi alat kesehatan di IGMP berlangsung selama kurang lebih 27 jam dengan dosis iradiasi 25 kilo Gray (kGy), sedangkan untuk bahan pangan berlangsung selama 11 jam dengan dosis maksimal 10 kilo Gray (kGy),” tambah Salim.

Saat ini tutur Salim, di Indonesia terdapat 2 fasilitas layanan iradiasi Gamma yang bersifat komersial, yaitu iradiator komersial milik swasta yang berlokasi di Cibitung dan Iradiator Gamma Merah Putih milik BRIN yang berada di Serpong.

Salim menjelaskan, beberapa keuntungan pemanfaatan iradiator Gamma yaitu proses iradiasi lebih efektif membasmi mikroorganisme sehingga bahan pangan menjadi lebih awet dan tahan lama. Selain itu proses iradiasi dapat dilakukan pada produk yang sudah dikemas sehingga lebih efisien dan menghilangkan resiko kontaminasi berulang.

“Iradiasi juga tidak menghasilkan residu kimia yang mengandung racun, tidak merusak kandungan gizi pada makanan serta aman dikonsumsi. Pemanfaatan radiasi pangan di Indonesia telah diatur dalam peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pangan Radiasi,” jelasnya.

Layanan IGMP

Di tengah pandemic Covid-19, IGMP milik BRIN masih terus memberikan pelayanan jasa iradiasi bagi masyarakat, UMKM dan industri.  Jam operasional IGMP yaitu selama 16 jam yang dibagi menjadi 2 (dua) shift, dimana shift pertama  dimulai pada pukul 07:00 hingga 15:00 WIB, dan shift kedua mulai pukul 15:00 hingga 23:00 WIB. Layanan dilakukan di hari kerja dari hari Senin hingga Jumat.

Menurut Salim, selama masa pandemi Covid-19 relatif tidak ada pengurangan yang signifikan terkait jumlah permintaan jasa iradiasi di IGMP, baik untuk pengawetan maupun sterilisasi. “Selama pandemi cukup berjalan lancar, pendapatan PNBP relatif sama dari 2020 ke 2021, sekitar 3,4 Milyar per tahun,” ungkap Salim.

Survei Pelanggan IGMP Tahun 2021 menunjukkan bahwa banyak pelanggan yang menilai kualitas pelayanan IGMP sangat baik dan cepat, sehingga pelanggan melakukan permintaan jasa layanan iradiasi secara berulang. Harga layanan yang relatif lebih murah juga membuat banyak pelanggan lebih memilih menggunakan jasa iradiasi di IGMP.

“Tetap beroperasinya layanan IGMP selama pandemi Covid-19 merupakan salah satu komitmen BRIN untuk tetap mendukung roda perekonomian nasional. Pengguna layanan bisa langsung menuju ke lokasi IGMP atau menghubungi Koordinator Pelaksana Fungsi Kemitraan Infrastruktur Tenaga Nuklir,” pungkasnya (yrt/ed:pur)

Sebarkan