Jakarta-Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (BRIN) melalui Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat (OR TKPEKM), bersama PT. Angkasa Pura II (PT. AP II), sepakat menjalin kerja sama dalam meningkatkan kualitas pelayanan, kompetensi, dan sumber daya. Khususnya, dalam bidang penelitian dan pengembangan inovasi.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman, antara OR TKPEKM-BRIN dan PT. AP II. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala OR KPEKM-BRIN, Agus Eko Nugroho, dan Direktur Utama PT. AP II Muhammad Awaludin, melalui virtual meeting, Jumat (20/05).

Direktur Utama PT. AP II, Muhammad Awaludin, mengatakan, PT. AP II sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menjunjung tinggi praktik tata kelola perusahaan yang baik. Upaya dalam mewujudkan hal tersebut, nota kesepahaman ini untuk meningkatkan kerja sama pada bidang penelitian, pembelajaran, dan inovasi. Dilakukan secara kolaborasi, dan bersinergi.

Ruang lingkup kerja sama antara PT AP II dengan BRIN, jelas Awaludin, meliputi 3 aspek, yaitu learning, research, and innovation. Pertama, aspek learning, merupakan kerja sama perancangan dan penyelenggaraan kegiatan pembelajaran.

“Terkait pengembangan sumber daya manusia, melalui kegiatan learning collaboration, curriculum & syllabus collaboration. Kemudian produksi konten pembelajaran, konten ke depan harus lebih kreatif, lebih mendorong daya inovasi, dari para peserta pembelajaran.  Selanjutnya, penyusunan case study, pertukaran tenaga SDM, sharing knowledge, dan penggunaan bersama resource terkait learning,” ungkapnya.

Kedua, tentang aspek research, kata Awaludin, berupa kerja sama penelitian dan pengembangan  Bersama, dalam  memperkuat sumber daya, dan ekosistem yang dimiliki masing-masing instansi. “PT. AP II bukan organisasi riset, menurut saya ini sebagai satu langkah tepat, dan sangat kita dorong bersama. Kolaborasi kerja sama penelitian, dan pengembangan bersama,” lanjutnya.

“Ketiga, Innovation yaitu kerja sama pengembangan iovasi berama, dalam bentuk joint innovation, pertukaran data hasil inovasi. Pertukaran tenaga ahli, pemanfaatan hasil inovasi, penggunaan bersama untuk resources beberapa program inovasi,” tambah Awaludin.

Awaludin menyimpulkan, sinergi dan kolaborasi bisa disederhanakan dengan yang disebut sharing infrastruktur, dan akan dimanfaatkan bersama. PT. AP II sangat terbuka, untuk penggunaan dan pemanfaatan infrastruktur di berbagai area, yang sifatnya learning, research, and innovation. “Karena kami juga punya banyak fasilitas. Kami buka akses ke infrastruktur bersama, yang bisa kita lakukan secara sharing,” imbuhnya.

“Besar harapan saya, melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, akan mampu meningkatkan kolaborasi, dan kerja sama yang telah terjalin. Baik dengan BRIN, maupun PPI Curug, menjadi lebih harmonis, lebih sinergis, lebih bermanfaat. Mampu meningkatkan performance, dari pelaksaan tugas dan fungsi, serta optimalisasi, pencapaian kinerja organisasi,” harapnya.

Kepala OR TKPEKM-BRIN Agus Eko Nugroho, mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman dan kolaborasi ini sebagai satu amanah. “Khususnya pada OR TKPEKM, dan lebih khusus lagi kepada Pusat Riset Penelitian Koperasi, Korporasi, dan Perekonomian Rakyat. Hal ini tentu akan membuka pintu bagi kita, untuk melakukan kolaborasi,” katanya.

“Tentunya dengan tiga isu yang menurut pandangan kami, yaitu learning,  research and  innovation ini, merupakan kata kunci, memberikan kekuatan kompetitif, bagi masa depan. Hal ini yang menurut pandangan kami, sebagai modal besar kita, untuk mampu menyongsong masa depan,” tutup Agus.

Turut hadir, Direktur Human Capital dan seluruh karyawan PT. Angkasa Pura II group, Kepala Pusat Penelitian Koperasi, Korporasi, dan Perekonomian Rakyat-BRIN, peneliti dan tim BRIN, Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Ketarunaan-PPI Curug, member Indonesia Aviation & Tourism Research Institute (IATRI), Ketua DPP dan DPC Sekarpura II. (ns)

#ReformasiBirokrasiBRIN #ProfesionalOptimisProduktif

Sebarkan