Jakarta – Humas BRIN. Provinsi Jawa Tengah (Jateng) saat ini sedang melakukan proses pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). BRIDA adalah unit baru di daerah yang menangani riset dan inovasi. Pembentukan BRIDA diinisiasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, berbagi pengalaman dalam melahirkan banyak startup baru berbasis teknologi saat pandemi Covid-19. Jateng termasuk yang terdampak hebat dengan meningkatnya angka pengangguran dan banyak perusahaan yang gulung tikar.

Menyikapi permasalahan tersebut, orang nomor 1 di Jateng ini mengaku melakukan riset kecil-kecilan, dengan terjun langsung ke lapangan. “Pada saat itu, banyak perusahaan yang bangkrut, orang tidak bisa kerja, sehingga terjadi kepanikan dalam menghadapi pandemi,” ungkap Ganjar, dalam Talkshow Pembentukan BRIDA, di Kantor BRIN, Jakarta, Rabu (20/04).

Pihaknya lantas memfasilitasi mereka yang terdampak, terutama generasi-generasi muda untuk segera beralih ke ekonomi digital, dengan konsep yang disebut dengan Hetero Space.

“Kami buat semacam festival dan webinar yang mengumpulkan anak-anak muda, untuk berkumpul dan berdiskusi. Dari sini terjadi kolaborasi. Kami fasilitasi dengan mengundang narasumber dari marketplace yang sudah unicorn,” terangnya.

Dari situ, lanjut Ganjar, muncul kreasi dan inovasi di tengah masyarakat, dengan banyaknya sociopreneur dan entrepreneur muda baru.

“Misalnya di Pati, muncul inovasi bioreaktor kapal selam, yaitu alat yang memproses sampah menjadi pupuk, menghasilkan biogas, dan dipraktikkan di tanah-tanah tandus. Diinstal dengan skala-skala kecil. Inovasi itu justru muncul di tengah masyarakat, di luar pemerintah,” bebernya.

Dari komunitas Hetero Space tersebut, Ganjar menceritakan pihaknya menggelar kompetisi yang diikuti oleh sekiar 600 tim pada tahun 2021 lalu, dan pada tahun ini berkembang menjadi 1600 tim lebih se-Indonesia.

“Saya haqqul yaqin dengan pembentukan BRIDA, kita tinggal fasilitasi mereka, kita nggak perlu repot-repot ngerjain sendiri. Kita partnering saja,” ucapnya.

Dalam riset dan inovasi, saat ini pihaknya telah bekerja sama dengan 39 perguruan tinggi, 5 industri dan 71 dunia usaha. “Ekosistem inovasi ini kita bangun dengan mereka dan ilmunya dari mereka untuk mereka, kita tinggal fasilitasi, pungkasnya (tnt).

Sebarkan