SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
NO: 054/SP/HM/BKPUK/VI/2022

Kali Pertama, BRIN Lakukan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia 2022

Kegiatan lima tahunan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) kembali dilaksanakan. Kali ini, SDKI diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi, bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dan Badan Pusat Statistik (BPS). Kegiatan SDKI tahun 2022 diawali dengan Kick off  SDKI 2022 di Gedung BJ. Habibie, Jakarta, pada 16 Juni 2022. Rangkaian SDKI berupa uji coba survei rencananya segera dimulai Juli nanti.

Jakarta, 15 Juni 2022. Kepala BRIN mengatakan, SDKI 2022 merupakan survei demografi dan kesehatan ke-9, sejak pertama kali dilaksanakannya pada 1987. Pelaksanaannya selama ini oleh BPS dan BKKBN. Pada 2022 ini, untuk kali pertama SDKI dilaksanakan oleh BRIN dengan berbagai inovasi survei atau keterbaruan survei.

Tiga inovasi yang dimaksud yaitu (1) penggunaan Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI) menggantikan Paper-Assisted Personal Interviewing (PAPI) yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pelaksanaan survei; (2) keterlibatan rekan rekan mahasiswa dan akademisi lainnya dari perguruan tinggi pada 34 propinsi untuk menjadi petugas pewawancara; dan (3) pelibatan Periset BRIN sebagai Koordinator Lapangan dan Tim Analisis untuk  menemukenali kondisi demografi dan kesehatan di masyarakat dan menghasilkan analisis yang mendalam dan komprehensif. “Kehadiran mahasiswa dan akademisi lainnya tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kualitas data kependudukan dan kesehatan Indonesia,” tutur Handoko.

SDKI diarahkan memenuhi kebutuhan data yang memiliki keterbandingan internasional. Data SDKI digunakan untuk penyusunan kebijakan, program kependudukan, dan kesehatan. “Data hasil SDKI akan digunakan Bappenas untuk menyusun indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN),  dan Sustainable Development Goals (SDGs) terkait kependudukan,” terang Handoko.

Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi, Boediastoeti Ontowirjo mengatakan, dalam memenuhi Global Statistical Business Process Model. SDKI 2022 telah melakukan tahapan perencanaan data yang mencakup identifikasi kebutuhan data dan membangun rancangan survei dengan metodologi yang diharapkan dapat menghasilkan Indikator Demografi dan Kesehatan pada tingkat nasional dan provinsi serta mengacu pada Demographic Health Survey Program untuk dapat diperbandingkan secara internasional.

“Pengumpulan data SDKI 2022 dilaksanakan pada 34 Provinsi, dengan sampel sebanyak 2.080 Blok Sensus mencakup daerah perkotaan dan perdesaan dengan target responden yang terdiri dari Wanita Usia Subur, Pria Kawin, dan Remaja Pria. Kerangka sampel SDKI 2022 ini menggunakan Master Sampel Blok Sensus dari hasil Sensus Penduduk Long Form 2020 (SPLF2020)” ucapnya.

“Melalui jaringan kerjasama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, kami telah mempersiapkan 1.512 mahasiswa dan akademisi. Mereka berasal dari 34 perguruan tinggi terpilih pada 34 propinsi yang akan menjadi petugas pewawancara SDKI 2022,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kerjasama pelaksanaan uji coba survei di tiga lokasi dilaksanakan bersama tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Padjadjaran dan Universitas Diponegoro. Selanjutnya akan dilakukan adalah uji coba SDKI 2022 direncanakan pada 4 Juli – 4 Agustus 2022 pada tiga propinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Selatan. Pada September 2022, akan dilaksanakan pelatihan petugas lapangan untuk mendukung pelaksanaan SDKI 2022 pada 34 propinsi. Selanjutnya, tahapan pengumpulan data SDKI 2022 akan dilakukan pada Oktober – Desember 2022, dan pada akhir Desember 2022 akan disusun Laporan Pelaksanaan SDKI 2022. Tahapan pengolahan, analisis data sampai dengan penulisan Laporan SDKI 2022 akan dilakukan pada tahun 2023 bersama-sama dengan rekan rekan Periset BRIN dan Akademisi perguruan tinggi.

Sebarkan