Bali – Humas BRIN. Plt. Sekretaris Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional, Rr. Nur Tri Aries Suestiningtyas bersama Plt. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi, Mego Pinandito melakukan kunjungan kerja ke Kebun Raya Bali (4/11).
 
Mego Pinandito menyatakan bahwa, kebun raya juga menjadi salah satu tempat untuk menjalin kerjasama dengan stakeholder. Selain fungsi utama sebagai lembaga konservasi tumbuhan dan penelitin kebun raya memiliki peran dalam jasa wisata dan jasa lingkungan.
 
Peran wisata dapat menjadi pendorong pengembangan ekonomi. “Wisata kalau sudah berjalan normal, maka disitu adalah pasar Usaha Kecil Menegah (UKM) yang pasarnya banyak sekali dari pengembangan teknologi tepat guna,” kata Mego.
 
Kebun Raya Bali memiliki potensi koleksi tumbuhan yang dapat dikembangkan menjadi tanaman hias. Salah satunya jenis Begonia. Selain itu, masih banyak potensi penemuan jenis baru terutama dari kawasan Indonesia timur meliputi, Sulawesi, maluku dan Papua. Begonia juga memiliki potensi obat, pangan.

Kunjungan Kerja Perdana

Kepala kantor Kebun Raya Eka Karya Bali, I Made Ardaka saat menyambut menjelaskan proses bisnis Kebun Raya Eka Karya Bali pasca reorganisasi. “Kami memohon arahan, bagaimana gambaran mengenai proses bisnis di Kebun Raya agar layanan berjalan lebih baik,” ungkapnya.
 
Kunjungan perdana pasca transisi terbentuknya BRIN ini menurut Plt. Sekretaris Utama menjadi kesempatan yang baik untuk menjelaskan proses bisnis pasca integrasi. “Integrasi lembaga sudah mandatori dari Presiden, bahwa kita ada integrasi badan riset dan ini sudah dipikirkan betul oleh kepala BRIN, bagaimana bisa menuju transisi organisasi menjadi satu badan riset dan inovasi nasional,” jelas Nur Tri Aries Suestiningtyas.
 
Ia berharap perubahan ini harus bisa dilewati bersama dengan komunikasi yang baik. “Penyamaan persepsi terkait integrasi BRIN menjadi hal yang sangat penting,” pungkasnya. (ws/ed: drs)