SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL

Nomor : 96/SP/HM/BKKP/VIII/2021

Jakarta – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko menghadiri kegiatan webinar the 2nd Sakura Alumni Association in Indonesia (SAAI) Reunion and Lessons from Japan, Sabtu (31/7). Pada kesempatan tersebut, Handoko menyampaikan apresiasinya atas Sakura Science Exchange Program yang telah terselenggara sejak tahun 2014.

“Pada kesempatan ini saya sangat mengapresiasi Japan Science Technology Agency (JST) yang terus mendukung serta mempromosikan program pertukaran di bidang Iptek melalui Sakura Science Exchange Program sejak 2014. Program pertukaran merupakan salah satu skema penting bagi para peneliti dan generasi muda untuk saling mengetahui dan berinteraksi satu sama lain sehingga diharapkan ke depannya dapat mengarah ke kolaborasi riset yang nyata,” terang Handoko.

Menurutnya, kolaborasi antar peneliti melebihi Iptek itu sendiri karena terdapat beragam aspek di dalamnya seperti kepribadian, rasa saling percaya, kondisi sosial, hingga komunikasi antar budaya dengan mitra dari negara yang berbeda khususnya Jepang.

Sakura Science Exchange Program sangat penting bagi kita semua untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kolaborasi riset antara para peneliti dari kedua negara di masa yang akan datang. Karena saya percaya, banyak partisipan dalam webinar ini adalah para peneliti masa depan dan program ini akan memberikan banyak kesempatan dan juga pengetahuan lebih dalam mengenai mitra Jepang dalam berbagai aspek,” ujar Handoko yang juga merupakan lulusan dari Kumamoto dan Hiroshima University, Jepang.

Dalam pertemuan tersebut, Handoko juga menyampaikan informasi mengenai BRIN beserta hal – hal yang menjadi fokus BRIN ke depan seperti pengintegrasian program dan lembaga litbang pemerintah.

“BRIN akan menjadi lembaga pemerintah yang berfokus pada riset dan inovasi di Indonesia. BRIN juga akan mengintegrasikan semua program terkait Iptek dan inovasi beserta lembaga litbang pemerintah di Indonesia. Selain itu, BRIN akan berupaya untuk mempercepat pengembangan ekosistem riset dan inovasi di Indonesia termasuk peningkatan keterlibatan global di bidang iptek dan inovasi,” Jelas Handoko.

Handoko menjelaskan bahwa BRIN akan menjadi global open platform dalam kerja sama internasional seperti dalam bidang keanegaragaman hayati, eksplorasi maritim dengan kapal -kapal – kapal riset, serta observasi ruang angkasa. Selain itu, ia juga mengajak untuk para-alumni Jepang termasuk mitra Jepang dan JST untuk terus bekerja sama dengan BRIN ke depannya.

“Pada kesempatan ini, kami mengajak para peneliti alumni Jepang seperti Sakura Science Exchange Program dan para mitra di Jepang untuk berkolaborasi dengan BRIN dan menghasilkan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi kedua negara dan juga komunitas global. Terkhusus untuk JST, kami juga sangat senang untuk berdiskusi lebih lanjut untuk menjajaki kerja sama antara BRIN dan JST,” tutur Handoko.

Selain Kepala BRIN, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia Y.M. Kanasugi Kenji; Duta Besar Indonesia untuk Jepang Y.M. Heri Akhmadi; Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim; Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, dan Iptek Jepang Mitani Hiderio; Direktur Departemen Perencanaan dan Manajemen JST Kuroki Shinichi; serta beberapa perwakilan anggota SAAI dan Japan Student Services Organization (JASSO) Indonesia yang menjadi pembicara pada sharing session.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Badan Riset dan Inovasi Nasional