SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor : 126/SP/HM/BPUK/IX/2021

Jakarta – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada Selasa (14/09) di Gedung Nusantara I Lt. 1. RDP membahas Update Kelembagaan BRIN Berdasarkan Perpres Nomor 78 Tahun 2021 Tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional; Rencana Pengembangan Bandar Antariksa LAPAN di Biak; dan Progres Pembangunan Observatorium Nasional Gunung Timau.

Perkembangan Kelembagaan BRIN Berdasarkan Perpres Nomor 78 Tahun 2021

Kepala BRIN memaparkan, sesuai dengan Perpres Nomor 78 Tahun 2021 yang telah dilansir pada tanggal 24 Agustus 2021, struktur organisasi BRIN terdiri dari Kepala BRIN; Wakil Kepala BRIN; Inspektorat Utama dengan 3 (tiga) Inspektorat; Sekretariat Utama dengan 5 (lima) Biro; 7 (tujuh) Deputi; serta 3 (tiga) unit pendukung yaitu: Pusdatin, Pusyantek, dan Politeknik Teknologi Nuklir.

“Ketujuh Deputi akan fokus untuk melakukan pelayanan eksternal dan terkait infrakstruktur riset. Sedangkan Sekretariat Utama akan melayani pelayanan administrasi dan internal, serta infrakstruktur perkantoran,” papar Kepala BRIN.

Terkait aktivitas riset, akan dilakukan dan dieksekusi oleh Organisasi Riset (OR). Saat ini sudah terbentuk 7 OR yaitu: OR Tenaga Nuklir, OR Penerbangan dan Antariksa, OR Pengkajian dan Penerapan Teknologi, OR Ilmu Pengetahuan Hayati, OR Ilmu Pengetahuan Kebumian, OR Ilmu Pengetahuan Teknik, dan OR Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora.

“Untuk Organisasi Riset yang lain, saat ini sedang dalam tahapan perencanaan dan pembahasan bersama dengan Kementerian PAN-RB. Kita juga masih menunggu kepastian terkait pengalihan program dari berbagai unit litbang K/L. Prosesnya sedang dilakukan oleh Bappenas dan Kemenkeu melalui Direktorat Jenderal Anggaran (DJA),” ungkap Kepala BRIN.

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengapresiasi pola kelembagaan BRIN yang sudah disusun berdasarkan Perpres Nomor 78 Tahun 2021 dan mendorong Kepala BRIN untuk segera melaksanakan tugas dan fungsi strategis BRIN secara optimal.

Rencana Pengembangan Bandar Antariksa LAPAN di Biak

Handoko menjelaskan urgensi pembangunan Bandar Antariksa di Indonesia tidak terlepas dari adanya kebutuhan terkait pengembangan teknologi keantariksaan nasional, mengingat luasnya wilayah Indonesia yang terdiri dari banyak pulau. Di sisi lain, Indonesia mempunyai pangsa pasar yang besar terkait keantariksaan, dan berpeluang menciptakan nilai ekonomi dari kegiatan keantariksaan khususnya yang terkait dengan peluncuran roket.

“Saat ini sedang ada tren tumbuhnya pasar satelit yang berukuran nano maupun mikro untuk berbagai kebutuhan termasuk remote sensing pemetaan dan sebagainya. Keunggulan geografis Indonesia yang terletak di khatulistiwa, menjadikan Indonesia cocok menjadi pusat peluncuran satelit,” jelas Handoko. Kandidat utama lokasi yang dipilih berdasarkan beberapa aspek hasil kajian adalah Pulau Morotai dan Pulau Biak.

Progres Pembangunan Observatorium Nasional Gunung Timau

Progres kemajuan Pembuatan Teleskop 3,8 meter yang dilaksanakan di Jepang telah mencapai 93,47%, dan siap dikirim ke Indonesia. Sedangkan pekerjaan pembangunan Gedung Teleskop ( dome) sendiri sudah mencapai 92,63%. Sementara itu fasilitas Gedung Pusat Sains dan Operasional Obsnas sudah terbangun 100%. Fasilitas tersebut terdiri dari Laboratorium Kendali I, II, dan III; Gedung Open Science Centre (OSC); Gedung Teleskop Optik 50 cm; Fasilitas dan sarpras pendukung Obsnas; Laboratorium Mekanik dan Laboratorium Pengamatan Antariksa di Timau.

“Sudah diterbitkan surat rekomendasi teknis dari Kementerian PUPR perihal penambahan biaya perbaikan gedung teleskop akibat badai Seroja beberapa waktu lalu. Ada beberapa tantangan di mana instalasi teleskop masih menunggu akses jalan dan jembatan selesai dari Tilong ke Timau,” ujar Kepala BRIN

Kepala BRIN menambahkan teleskop yang saat ini dibangun di Jepang dibuat oleh Nishimura Co.Ltd. Teleskop tersebut memakai desain yang sama dengan yang ada di Okayama Obesrvatory ( Seimei Telescope).

Pada RDP tersebut Komisi VII berharap BRIN dapat tetap mempertahankan pelaksanaan beberapa program seperti Penguatan Talenta Inovasi dan program lain yang bermanfaat bagi masyarakat, mengkaji potensi Bandar Antariksa serta permasalahan yang dihadapi baik sisi bisnis maupun sosial kemasyarakatan serta mendukung dilakukannya percepatan pembangunan Observatorium Nasional Gunung Timau guna memenuhi kebutuhan pengembangan teknologi keantariksaan nasional.

Turut hadir secara langsung dalam RDP ini Plt.Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi Mego Pinandito, Plt. Deputi Infrastuktur Riset dan Inovasi Yan Rianto, Plt. Kepala OR Penerbangan dan Antariksa Erna Sri Adiningsih. RDP juga diikuti oleh para Anggota Komisi VII DPR RI yang hadir secara daring dan luring.

Biro Komunikasi Publik, Umum, dan Kesekretariatan
Badan Riset dan Inovasi Nasional