SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor : 80/SP/HM/BKKP/VI/2021

Jakarta – Sesuai mandat UU Sisnas Iptek, BRIN akan melaksanakan integrasi penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (litbangjirap) di Indonesia. Lembaga litbangjirap sebagai think tank pemerintah mempunyai tugas utama dalam merumuskan bagaimana pengetahuan yang diambil dari riset kebijakan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti.

“BRIN akan menjadi pendukung utama science based policy dengan tetap fokus pada riset di bidangnya. Melalui penciptaan aset pengetahuan, penjaga budaya dan norma sains, basis literatur primer dan terpercaya, penggunaan metode kuantitatif yang kuat, dengan koleksi dan pengelolaan data sesuai fakta,” terang Kepala BRIN Laksana Tri Handoko pada webinar Knowledge Sector Initiative (KSI) Xchange ‘Kolaborasi Pengetahuan Antara Litbangjirap dan Think Tank dalam Aspek Sosial Humaniora’, Selasa (29/06).

Kepala BRIN melanjutkan untuk mengembangkan riset power house dan menciptakan ekosistem riset dan inovasi, diperlukan kolaborasi pengetahuan antara litbangjirap dan lembaga penelitian/think tank di luar pemerintah, serta jaringan riset di dalam atau pun luar negeri yang lebih baik.

Think tank NGO diperlukan sebagai penyeimbang dalam pembuatan sience based policy, namun tidak diartikan think tank NGO membuat secara keseluruhan naskah akademik terkait suatu kebijakan karena pemahaman terkait kontruksi kelembagaan, peraturan dan arah kebijakan masih harus melibatkan pemerintah instansinya. Kolaborasi bersama pemerintah dan non pemerintah menjadi penting,” tegas Kepala BRIN.

Handoko menambahkan peran serta BRIN menjadi sangat berkepentingan dalam menciptakan relasi riset dan inovasi yang yang lebih baik dan transparan sehingga memberikan rekomendasi terkait kebijakan yang berbasis data.

Turut hadir mengikuti agenda ini Sekretaris Utama BRIN Mego Pinandito. Serta hadir menjadi narasumber Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Tri Nuke Pudjiastuti, Deputi Direktur Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Medelina K Hendytio, Deputi Pengembangan Masyarakat Sipil di Bidang Sosial Budaya Insitute for Research and Empowerment (IRE) Dina Mariana.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Badan Riset dan Inovasi Nasional