Yogyakarta – Perubahan status Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) menjadi Politeknik Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) harus diikuti dengan perubahan sistem pembelajaran dan penguatan SDM. Hal ini disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada pelantikan 15 orang pejabat struktural dan fungsional di lingkungan BRIN secara hybrid di Gedung Auditorium Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia pada Sabtu (30/10).

“Perubahan Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) menjadi Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir), harus diikuti juga dengan penguatan program vokasi secara optimal, efektif, efisien dan bermutu sesuai dengan standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) dan tentunya sesuai kebutuhan industri serta dunia kerja,” jelas Kepala BRIN.

Kegiatan pelantikan dilaksanakan bersamaan dengan agenda peresmian perubahan status STTN menjadi Poltek Nuklir, para pejabat yang dilantik terdiri dari dua Jabatan Struktural dan tiga belas Jabatan Fungsional. Pelantikan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Nomor 1452-1453/KP/2021, 1456-1463/KP/2021 dan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 46/M/2021. 

Prosesi pelantikan dilakukan dengan seremonial sederhana yang diwakili 4 orang peserta sesuai Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19. Sedangkan sejumlah peserta lainnya mengikuti pelantikan secara daring. 

“Saya ucapkan selamat pada bapak ibu yang telah dilantik pada hari ini baik pejabat fungsional maupun pejabat struktural di lingkungan Poltek Nuklir, Yogyakarta. Target ke depan tentunya mengarah menjadi lebih baik, diharapkan Poltek Nuklir menjadi pusat pendidikan vokasi teknologi nuklir tidak hanya di Indonesia, namun juga di regional,” tambahnya.

Berikut adalah nama-nama pejabat struktural dan pejabat fungsional yang dilantik:
1.    Eko Yudho Pramono, S.T. sebagai Kepala Bagian Sumber Daya Manusia, Keuangan, dan Barang Milik Negara
2.    Royan Novi Amar, S.E. sebagai Kepala Subbagian Barang Milik Negara
3.    Dr. Julwan Hendry Purba sebagai Peneliti Ahli Utama
4.    Dr. Ir. Meri Suhartini, M.Si. sebagai Peneliti Ahli Utama 
5.    Dr. Sobrizal sebagai Peneliti Ahli Utama 
6.    Nanang Masruchin, Ph.D. sebagai Peneliti Ahli Utama
7.    Dr. Dede Heri Yuli Yanto, S.Si., M.Agr. sebagai Peneliti Ahli Utama
8.    Dr. Albertus Sulaiman, S.Si., M.Si. sebagai Peneliti Ahli Madya
9.    Tedjo Sasmono, S.Si., Ph.D. sebagai Peneliti Ahli Madya
10.    Dr. Rintis Noviyanti, S.Si. sebagai Peneliti Ahli Madya
11.    Drs. Tarwadi, M.Si. sebagai Peneliti Ahli Madya 
12.    Harry Supriadi, S.ST. sebagai Peneliti Ahli Pertama
13.    Any Farida, S.H. sebagai Analis Kepegawaian Ahli Madya
14.    Atiqa Rani Wulandari, S.M. sebagai Analis Kepegawaian Ahli Pertama
15.    Aris Bastianudin, S.ST. sebagai Pranata Nuklir Ahli Muda

Biro Komunikasi Publik, Umum, dan Kesekretariatan
Badan Riset dan Inovasi Nasional