Kebumen – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko melakukan kunjungan kerja ke Balai Informasi dan Konservasi Kebumian (BIKK) di Karangsambung, Kebumen pada Kamis (28/10). Kunjungan dilakukan dalam rangka meninjau pembangunan fasilitas kawasan geodiversitas Indonesia yang juga berlokasi di Kawasan BIKK Karangsambung.

Wilayah Karangsambung memiliki aspek strategis sebagai kawasan geologi paling unik di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Bermacam jenis batuan berbagai usia dapat dijumpai. Dengan areal yang tidak terlalu luas, wilayah Karangsambung dapat disebut juga sebagai ‘Miniatur Geologi Indonesia’. Kondisi inilah yang kemudian membuat kawasan Karangsambung menjadi sangat strategis, baik sebagai tempat pelatihan, penelitian, maupun sebagai pusat informasi ilmu kebumian.

Pembangunan fasilitas kawasan geodiversitas Indonesia di Karangsambung merupakan salah satu upaya BRIN dalam menyediakan fasilitas laboratorium serta sarana kegiatan pengembangan teknologi yang terkait dengan ilmu kebumian sehingga dapat menjadi pusat geodiversitas di Indonesia. “Banyak hal yang akan kita lakukan secepat mungkin, salah satunya adalah kawasan geodiversitas ini. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan kawasan ini dengan baik sehingga dapat menjadi center of excellence. Tidak hanya sekedar revitalisasi namun juga memperkuat kawasan geodiversitas ini menjadi rujukan bagi mahasiswa dan periset geologi baik nasional maupun internasional,” ujar Handoko.

Nantinya kawasan geodiversitas Indonesia akan memiliki 3 gedung utama yaitu Gedung Geodiversitas (3 lantai) seluas 4.989 m2, Gedung Geokonservasi (2 lantai) seluas 3.728 m2, dan Gedung Dormitori (4 lantai) seluas 4.094 m2. Pembangunan sendiri sudah dilaksanakan sejak Mei 2021 dan direncanakan akan rampung pada Juni 2022. Tidak hanya gedung, kawasan geodiversitas Indonesia juga memiliki Kebun (Raya Mini) Edukasi Kebumian seluas 22.126 m2.

Kunjungan di Fasilitas Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai

Selain mengunjungi Kawasan Geodiversitas di Karangsambung, Kepala BRIN juga berkesempatan mengunjungi Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai (BTIPDP) Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi (OR PPT) di Yogyakarta. Handoko berkeliling melihat berbagai fasilitas yang ada seperti Laboratorium Kolam Gelombang, Laboratorium Saluran Gelombang, Laboratorium Survei, Ruang Monitor RDS InaTEWS, dan Laboratorium Komputasi.

Salah satu alat yang ada di BTIPDP yaitu BPPT-Lock yang merupakan suatu bentuk unit lapis lindung untuk perlindungan infrastruktur tepi pantai, seperti pelabuhan, pantai wisata, hingga pemukiman. BPPT-Lock sebagai produk inovasi kerekayasaan pelabuhan yang sangat cocok diterapkan pada pembuatan bangunan pelindung pantai, yaitu breakwater, groin, revetment, dan tembok laut.

Selain itu, BPPT-Lock merupakan satu bentuk unit lapis lindung beton untuk perlindungan pantai yang merupakan invensi BTIPDP-BPPT pada tahun 2010. Inovasi ini mempunyai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi, sehingga dapat mendukung penguatan ekosistem inovasi teknologi di Indonesia.

Kehadiran BTIPDP adalah untuk menjawab berbagai tantangan dan permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya pantai dan penanganan kerusakan pantai, diantaranya seperti mundurnya garis pantai karena adanya erosi, sedimentasi, baik di dalam pelabuhan maupun di alur pelayaran, tambak, pencemaran limbah industri, tumpahan minyak, termasuk intrusi air laut. Di bidang infrastruktur pantai, BPDP melakukan fungsi layanan teknologi untuk perancangan bangunan pantai dan pelabuhan, sejak tahapan pra-studi kelayakan, studi kelayakan, desain (basic design), dan detil desain (detail engineering design).

Turut hadir dalam kunjungan kerja ini Plt. Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan, Prakoso Bhairawa Putera; Plt. Kepala Biro Komunikasi Publik, Umum, dan Kesekretariatan, Driszal Fryantoni; Plt. Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi, Yan Rianto; Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Kebumian, Ocky Karna Radjasa; Plt. Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Edy Giri Rachman Putra.

Biro Komunikasi Publik, Umum, dan Kesekretariatan
Badan Riset dan Inovasi Nasional