Jakarta – Humas BRIN, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko berharap agar para periset BRIN mampu menjawab tuntutan dan permasalahan yang ada di masyarakat melalui berbagai riset yang dilakukan. Hal ini disampaikan Handoko pada pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kepada 47 periset dari lima kementerian/lembaga (K/L) yang bergabung ke dalam BRIN, Senin (23/05).

Kepada para pegawai yang baru dilantik, Handoko menekankan untuk segera menyesuaikan diri dengan pola kerja di BRIN dan berkontribusi serta berbakti untuk bangsa dan negara. “Kepada yang dilantik untuk segera move on dan lebih bisa berkontribusi kepada bangsa dan negara tanpa melihat siapa yang membutuhkan,” kata Handoko.

Menurutnya, BRIN sebagai satu-satunya lembaga riset di Indonesia, didirikan untuk semuanya, tidak hanya melayani para pegawai BRIN saja, melainkan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Karena itulah, tuntutan kepada para periset BRIN cukup tinggi, masyarakat berharap BRIN mampu menjawab semua permasalahan yang ada di tengah masyarakat.

“Kita harus bisa menjawab segala tuntutan dan harapan masyarakat itu,” tambah Handoko.

Sebagai lembaga riset yang baru, BRIN menerapkan proses bisnis dan tata kelola yang baru. Dengan demikian, diharapkan BRIN mampu menunjukkan kepada masyarakat bahwa hal-hal yang selama ini dikonsolidasikannya termasuk sumberdaya dari beberapa K/L menjadi jauh lebih baik, efisien, dan lebih produktif.

Dengan adanya proses bisnis dan tata kelola yang baru, menurut Handoko, banyak tantangan yang harus dihadapi, salah satunya adalah  lokasi kerja para periset tidak harus dalam satu tempat, melainkan dapat dilakukan dari berbagai tempat. “Misalkan, dengan pola yang baru ini tidak menutup kemungkinan para periset atau manajemen harus bekerja secara remote,” tambahnya.

Dikatakan Handoko, bagi sebagian pegawai, cara kerja pola baru ini dapat diterima, namun sebagian lainnya menganggap pola ini masih perlu banyak penyesuaian. Menanggapi hal ini, Handoko menganggap perubahan ini adalah lumrah yang membutuhkan waktu agar perubahan ini dapat berjalan dengan baik.

Para periset yang dilantik sebanyak 47 orang yang berasal dari 5 K/L yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Adapun rincian jabatan dari 47 periset terdiri dari 30 orang dilantik sebagai Peneliti Ahli Madya, 12 orang dilantik sebagai Peneliti Ahli Muda, dan 5 orang dilantik sebagai Peneliti Ahli Pertama. (pur)

Sebarkan