Jakarta-Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), sepakat mengembangkan pengelolaan zakat  dan ekosistem ekonomi syariah nasional, berbasis riset dan inovasi. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara BRIN dengan BAZNAS, ditandatangani langsung oleh Kepala BRIN Laksana Tri Handoko, dengan Ketua BAZNAS Noor Achmad, di Jakarta, Selasa (21/05).

Dalam sambutannya, Handoko mengatakan, bahwa BRIN sangat mengapresiasi BAZNAS, yang telah berkenan membantu pembentukan Unit Pengelola Zakat (UPZ). Sejak awal BRIN berdiri, Unit Pengelola Zakat sudah menjadi salah satu prioritas yang akan didirikan. “Saat itu kami belum selesai mengkonsolidasi teman-teman, dan selalu tertunda sampai sekarang,” lanjutnya.

“Di negara kita ada komite yang dipimpin langsung oleh pak Presiden yaitu Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), dan BRIN menjadi bagian yang aktif. Baik dari sisi riset, terkait aspek-aspek sosial humaniora, sosial budaya, ekonomi syariah, maupun riset industri halal,” papar Handoko.

Sebelumnya, Handoko melanjutkan, pada rapat pleno KNEKS bersama Wakil Presiden dan Menteri Keuangan sebagai sekretaris KNEKS, BRIN berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan ini. Bagaimana cara mengelola model-model zakat, infak dan sedekah, agar efisien, dan tepat sasaran. “Memang perlu riset yang cukup memadai. Saya persilakan BAZNAS, agar memanfaatkan teman-teman,” ucapnya.

“Kami memiliki skema khusus, untuk mendukung penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, termasuk pengelolaan zakat. Khususnya terkait dengan riset, sudah ada dukungan ke arah itu. Jadi tinggal memberitahukan problemnya apa, kemudian disampaikan kepada Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Humaniora (OR IPSH),” ungkap Handoko.

Mengenai UPZ, Handoko menjelaskan, bahwa secara lebih khusus memang ada kepentingan yang sangat mendesak. BRIN bisa memfasilitasi teman-teman, yang notabene adalah mestinya muzaki atau wajib zakat. Civitas BRIN dapat menyalurkan kewajiban berzakat dengan lebih baik, dan lebih sistematis. “Di samping itu juga, di sekeliling kami cukup banyak mustahiq, yang berhak menerima. Kami akan sangat terbantu dengan dukungan dari BAZNAS, agar dapat membantu mereka,” tuturnya.

“BRIN hanya akan menjadi pengumpul, kemudian langsung disetorkan ke BAZNAS. Hal ini jauh lebih mudah, dan memastikan bahwa pengelolaan dana amanat, dana umat itu bisa lebih baik. Kalau harus mengelola sendiri, karena beban yang harus dipikul sangat berat,” lanjutnya.

Sekarang BRIN memiliki 15 ribu civitas, jadi sangat besar potensinya. Handoko berharap, BAZNAS dan khususnya tim UPZ BRIN siap mengelola, lebih baik lagi. Banyak hal yang sudah disiapkan, untuk membantu BAZNAS dari aspek riset. “Kami juga berharap agar BAZNAS untuk mendukung, dan mendampingi teman-teman UPZ BRIN, dalam mengelola amanat dari umat, khususnya di lingkungan BRIN,” pungkas Handoko.

Pada kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Noor Achmad menyampaikan, bahwa Baznas mempunyai potensi yang sangat besar, untuk mengumpulkan kedermawanan, dan filantropi Islam. “Menurut temuan kami ada 327 trilyun potensi zakat di Indonesia, tapi yang baru kami peroleh saat ini sebesar 11 trilyun. Kami meyakini kalau dana BAZNAS bisa dimaksimalkan, maka akan banyak sekali masyarakat yang bisa kita entaskan. Baik dari kemiskinan, atau pun mustahik menjadi muzaki. Dari situ, kami membutuhkan kajian-kajian yang lebih mendalam,” paparnya.

Dalam menyalurkan zakat, BAZNAS menginisiasi berbagai kegiatan, seperti memberikan modal kepada pedagang kaki lima, membuat program zakat micro finance, membangun pesantren, dan membantu UMKM. “Pada intinya BAZNAS membantu masyarakat untuk mengembangkan inovasinya, usaha apa yang tepat untuk mereka. Hal ini juga membutuhkan inovasi, dan hasil-hasil riset BRIN ke depan,” terang Noor Achmad. 

“Banyak sekali yang akan kita kerjasamakan terkait dengan hasil-hasil riset inovasi, dan menginisiasi masyarakat. Kita akan terus mengikuti perkembangan, bahwa BAZNAS bagian dari ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Mudah-mudahan hasil dari kesepahaman ini, bisa terus menginisiasi bagaimana kita bisa mengentaskan kemiskinan di Indonesia, melalui dana sosial, dana keagamaan seperti zakat, infak dan sedekah,” harapnya.

Penandatanganan nota kesepahaman antara BRIN dengan BAZNAS, bertujuan untuk mensinergikan sumber daya, dan kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing pihak, guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing pihak. Ruang lingkupnya, meliputi kerja sama pengembangan riset dan inovasi, yang mendukung pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, dalam rangka penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional.

Penandatanganan nota kesepahaman juga dihadiri oleh Plt. Sekretaris Utama BRIN, para Deputi di lingkungan BRIN, para Deputi di lingkungan BAZNAS, jajaran UPZ dan DKM di lingkungan BRIN, dan seluruh pejabat jajaran tinggi BRIN. (ns/ ed: drs)

Sebarkan