SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor : 95/SP/HM/BKKP/VIII/2021

Jakarta – Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyampaikan selamat ulang tahun kepada Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBM Eijkman) yang ke-29. Hal tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi secara daring di lingkungan BRIN, Senin, (02/08).

“Atas nama keluarga besar BRIN saya menyampaikan selamat ulang tahun kepada Eijkman, persisnya setelah pengaktifan kembali Eijkman tepatnya pada tanggal 31 Juli 1992, setelah sebelumnya sempat berhenti beroperasi sekian lama,” jelas Kepala BRIN.

Handoko sedikit menjelaskan bahwa sejarah pendirian Eijkman juga tidak lepas karena adanya AIPI (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia) setelah dilansirnya Undang-Undang Nomor 8 tahun 1990 tentang AIPI. AIPI diinisiasi oleh tiga sekawan, yaitu Mendikbud Fuad Hassan, Menristek BJ Habibie, Kepala LIPI Samaun Samadikun. LBM Eijkman berdiri berdasarkan atas Surat Keputusan Nomor 475/M/Kp/VII/1992 tentang Pendirian Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang ditandatangani Menristek BJ Habibie.

“Terima kasih atas kerja kerasnya selama ini di masa pandemi, sejak awal pandemi. Saya tahu bahwa banyak sekali hal-hal dilalui teman-teman Eijkman, harus bekerja keras tidak semuanya berhasil dan melalui berbagai kegagalan dan sebagainya. Berbagai perjuangan dan sampai saat ini terus bekerja keras untuk menuntaskan pengembangan Vaksin Merah Putih yang khususnya berbasis platform protein rekombinan yang sedang dilakukan,” ujar Handoko.

Kerja keras Eijkman tidak hanya terkait pengembangan Vaksin Merah Putih, namun juga mengenai surveilans memakai Whole Genome Sequencing, di mana Eijkman bersama Balitbang Kesehatan, LIPI, dan beberapa Perguruan Tinggi bekerja keras berkontribusi melihat potensi transmisi, mutasi berbagai varian baru COVID-19.

Terkait transisi kelembagaan BRIN, Kepala BRIN menyampaikan Eijkman termasuk salah satu yang akan mengalami perubahan yang cukup signifikan. Namun Handoko optimis bahwa perubahan dari Eijkman akan membawa kebaikan dalam jangka panjang. Kepala BRIN juga berharap bahwa sebelum Hakteknas pada 10 Agustus nanti, Perpres BRIN sudah dapat dilansir sehingga didapatkan kepastian Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) BRIN, dan dilanjutkan dengan perubahan manajemen dan struktur BRIN bersama empat LPNK serta Litbang di berbagai Kementerian/Lembaga.

“Eijkman akan kita kuatkan secara struktural dan kelembagaan, sehingga kita minimalisir potensi risiko akan kehilangan aset pengetahuan, aset sumber daya riset unggul yang selama ini bekerja berkontribusi di lembaga Eijkman. Bagi saya SDM unggul dan pengetahuan adalah nomor satu, jadi bukan anggaran tetapi justru Bapak, Ibu, teman-teman para periset, para manajemen pendukung riset inilah SDM unggul yang akan membawa riset Indonesia kedepannya lebih baik,” terang Kepala BRIN.

Handoko kembali mengingatkan kepada seluruh civitas BRIN untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi bagi anggota keluarga dan orang yang di rumah kita termasuk asisten rumah tangga, di mana hal tersebut adalah sebagai bentuk ikhtiar bersama dan kontribusi minimal menjaga lingkungan sekitar dan orang-orang terdekat.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Badan Riset dan Inovasi Nasional