Bogor – Humas BRIN, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko melakukan kunjungan kerja ke Wisma Teknologi BRIN di Desa Tugu Selatan  Puncak Cisarua Jumat, (18/3).

Kepala BRIN meninjau fasilitas terkait dengan pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN). Kunjungan ini dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan periset serta memitigasi berbagai permasalahan di lokasi, khususnya terkait infratsruktur riset serta BMN.

Menurut penjelasan Koordinator Layanan Wisma, Agus Setiawan Hanafi, wisma teknologi ini termasuk salah satu wisma BRIN yang selama ini difungsikan sebagai kegiatan kedinasan internal yang bersifat kelompok ataupun kerja tim. Wisma teknologi ini memiliki 5 wisma dengan total 13 kamar dan 16 tempat tidur serta aula dengan kapasitas 30 orang yang dikelola oleh 1 orang ASN dan 4 orang Security dan 2 orang customer service.

“Sebelumnya, sesuai dengan PNBP, wisma ini dikelola oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang berfungsi untuk kegiatan kedinasan, bisa juga digunakan untuk umum di hari libur,” ujar Agus.

Tinjau Dua Lokasi Riset Di Kota Bogor

Kunjungan kerja berikutnya adalah ke Laboratorium Persuteraan Alam & Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar, Bogor.

“Kita ingin periset di sini segera bisa bekerja, melakukan riset. Apalagi saya tahu area Bogor tidak banyak kendala dalam konteks infrastruktur riset karena deket dengan kawasan CSC baik untuk KLHK, Pertanian, Kesehatan, dan KKP,” ujar Kepala BRIN.

Laboratorium Persuteraan Alam, sebelumnya di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sedangkan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar, sebelumnya dibawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Periset KKP Arief Wibowo mengatakan bahwa Balai riset yang berlokasi di Cibalagung Kota Bogor ini merupakan gedung riset budidaya air tawar pertama di Indonesia.  “Fokus kami saat ini melakukan kegiatan riset dalam rangka mengendalikan perikanan tangkap, meningkatkan budidaya ikan air tawar, serta membangun sinergitas dengan stakeholder eksternal maupun internal,” terang Arief.

Kunjungan kerja Kepala BRIN dampingi oleh Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi, Kepala Organisasi Riset Kesehatan, Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan serta sejumlah pejabat struktural lainnya di lingkungan BRIN. (ttg, add/ ed: drs)

Sebarkan