SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor : 166/SP/HM/BPUK/X/2021

Biak – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko meninjau calon lokasi Bandar Antariksa di Desa Saukobye, Biak Utara, Papua (21/10). Kepala BRIN mengungkapkan kesiapan lahan dan investor menjadi dua syarat pembangunan dapat dimulai.

“Jika kedua syarat tersebut sudah jelas, BRIN akan memulai pembangunan. Kita akan bermitra dengan konsorsium swasta. Bandara ini nantinya bukan sekedar fasilitas negara untuk riset tetapi juga untuk bisnis peluncuran satelit,” ungkap Kepala BRIN.

Handoko menjelaskan urgensi pembangunan Bandar Antariksa di Indonesia tidak terlepas akan adanya kebutuhan terkait pengembangan teknologi keantariksaan nasional mengingat luasnya wilayah Indonesia yang terdiri banyak pulau. Sisi lain Indonesia mempunyai pangsa pasar yang besar terkait keantariksaan dan sisi lain sebagai upaya menciptakan nilai ekonomi dari kegiatan keantariksaan yang khususnya terkait peluncuran roket.

“Keunggulan geografis Indonesia yang terletak di khatulistiwa, menjadikan Indonesia cocok menjadi pusat peluncuran satelit. Indonesia berharap memiliki kemandirian dalam meluncurkan satelit untuk komunikasi, surveilans, mitigasi perubahan iklim, mitigasi bencana, dan sebagainya,” jelas Handoko.

Kepala Organisasi Riset (OR) Penerbangan dan Antariksa, Erna Sri Adiningsih menambahkan LAPAN sudah melakukan studi feasibilitas pada lahan untuk kepentingan penelitian dan pengembangan di Biak. Kandidat utama lokasi yang dipilih berdasarkan beberapa aspek hasil kajian adalah Pulau Morotai dan Pulau Biak. Naskah urgensi pengembangan sudah diselesaikan sejak tahun 2019.

“Lokasi Biak diketahui sudah sesuai dalam hal teknis dan lingkungan secara fisik. Namun untuk luasannya harus diperluas karena belum memenuhi persyaratan minimum 1000 hektar untuk kebutuhan yang lebih besar, selain itu ada aspek sosial budaya yang harus dipikirkan secara serius. Stasiun bumi di Biak sudah ada sejak lama sebelum BRIN terbentuk. Posisinya berbeda dengan lokasi yang diisukan akan dibangun bandara roket pengorbit satelit,” terang Erna yang turut hadir mendampingi Kepala BRIN.

Selain meninjau calon lokasi Bandar Antariksa, Kepala BRIN juga berkesempatan mengunjungi Balai Kendali Satelit, Pengamatan Antariksa dan Atmosfer, dan Penginderaan Jauh Biak. Handoko berkeliling melihat berbagai fasilitas yang ada seperti stasiun kerjasama LAPAN-ISRO Biak2, dan proyek pembangunan Gedung Fasilitas Stasiun Bumi Pengendali dan Penerima Data Satelit disebut juga proyek antena SBSN yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Biro Komunikasi Publik, Umum, dan Kesekretariatan
Badan Riset dan Inovasi Nasional