Bandung – Humas BRIN, Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM), Haznan Abimayu mendorong para periset lingkungan OREM untuk aktif mencari pendanaan eksternal atau external funding maupun kerja sama. Hal ini disampaikan Haznan pada kunjungan kerjanya di Kawasan Bandung, Selasa (07/06).

Langkah ini perlu dilakukan menurut Haznan sebagai upaya mengajak para periset untuk membuka jejaring seluas-luasnya dengan periset di luar BRIN. Selain itu, langkah ini juga sebagai upaya mengatasi keterbatasan pendanaan riset.

“Kita dorong sivitas untuk memanfaatkan jejaring mereka masing-masing,” ujar Haznan.

Adanya perubahan proses bisnis pendanaan riset di BRIN, Haznan menjelaskan, sebelum lembaga riset bergabung menjadi BRIN, mereka mempunyai anggaran dan dikelola masing-masing. Setelah terintegrasi dengan BRIN, proses bisnis itu berubah.

“Kalo dulu sistemnya setiap satker itu mempunyai anggaran masing masing dan anggaran itu semua dikelola oleh masing-masing tapi sekarang proses bisnisnya berbeda di BRIN. Jadi yang satker terutama Organisasi riset itu tugasnya adalah riset jadi yang disuplai dananya hanya dalam kegiatan risetnya saja, tetapi tidak untuk publikasinya,” jelasnya.

Menyikapi kebijakan terkait pemotongan anggaran riset, Haznan menjelaskan, hal itu tidak terlalu berpengaruh di OREM, karena pemotongan yang terjadi tidak terlalu besar, sehingga tidak akan terlalu memengaruhi kegiatan rumah program yang saat ini sedang berjalan.

Haznan berharap agar kegiatan yang dilakukan OREM dapat fokus pada kegiatan khusus yang bertujuan untuk dapat diimplementasikan ke industri atau membuat solusi dari permasalahan yang ada di industri. Selain itu, kedepannya pendanaan riset dan kegiatan bisa terus stabil dan ditambahkan agar kegiatan yang sedang direncanakan atau berlangsung berjalan lancar dan tidak terhambat di tengah jalan. (RR/SCP. Ed kg)

Sebarkan