Jakarta – Humas BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE) sepakat meningkatkan kerja sama dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di Indonesia melalui pemanfaatan data digital. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara BRIN dengan 5 pihak terkait dalam pengembangan platform digital, Kamis (24/03).

Nota Kesepahaman bertujuan untuk menjaga dan menyelamatkan potensi bisnis serta menjamin Kedaulatan Data & Informasi, agar dijaga oleh penyedia Platform dari dalam negeri, melalui Penguatan Riset & Inovasi bidang Teknologi Super Platform yang memanfaatkan Frontier/Emerging Technology (Cloud Computing & IoT, Big-Data & Analytic, AI & Machine Learning, Voice Computing & Deep Learning Programmatics Ads & Blockchain, Highly Scalable & Reliable Computing, dll), Digital Platform Technology & Business Model, dan Difusi Inovasi via Transformasi Digital secara sistemik termasuk Riset bidang Sosial & Humaniora. Kelima pihak terkait dalam Nota Kesepahaman ini antara lain : IABIE, PT. Zamrud Khatulistiwa Technology, PT. Svara Inovasi Indonesia, PT. Crayonpedia Solusi Nusantara, dan PT. Solusi Kerja Visual.

Plt. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi, Mego Pinandito mengatakan, kerja sama antara BRIN dengan IABIE sejatinya telah berjalan sudah lama, hanya saja belum dibuatkan legal formalnya. “Momentum penandatanganan kerja sama ini sebenarnya merupakan kegiatan dalam rangka memformalkan kerja sama yang selama ini telah terjalin antara BRIN dengan IABIE,” kata Mego.

Ia menjelaskan, sebelumnya IABIE telah bekerja sama dengan eks Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) seperti BATAN, LIPI, LAPAN, BPPT, dan Kemenristek yang sekarang telah berintegrasi dengan BRIN. Dengan terintegrasinya seluruh LPNK ke dalam BRIN maka kerja sama yang selama ini telah terjalin, hendaknya semakin kuat dalam memajukan Iptek di Indonesia.

Menyikapi perkembangan teknologi informasi saat ini yang sangat cepat, menurut Mego, BRIN harus mengikutinya dan segera bertransformasi ke era digital. Melalui kolaborasi para pakar di IABIE dengan para periset di BRIN diharapkan transformasi tersebut segera terwujud.

Dalam hal ini, kata Mego, pihaknya sangat terbuka dan akan memfasilitasi kegiatan riset yang akan dilakukan sebagai tindak lanjut dari kerja sama ini. Seluruh infrastruktur riset yang dimiliki BRIN terbuka dan dapat diakses tidak hanya oleh periset BRIN saja melainkan juga periset dari luar BRIN.

Ketua Umum, IABIE Bimo Sasongko menyambut baik upaya peningkatan kerja sama dengan BRIN yang diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman. Menurutnya langkah ini akan semakin meningkatkan kerja sama dan peran masing-masing pihak dalam memajukan Iptek di Indonesia.

“IABIE sudah berdiri sejak dua belas tahun yang lalu, selama ini kami telah bekerja sama dan baru kali ini diformalkan dalam perjanjian kerja sama. Kita mempunyai banyak dewan pakar di berbagai bidang dan siap bekerja sama dengan BRIN dalam memajukan Iptek di Indonesia,” ujar Bimo.

Founder PT Zamrud Khatulistiwa Technology, PT Svara Inovasi Indonesia, PT Crayonpedia Solusi Nusantara, PT Solusi Kerja Virtual, Hemat Dwi Nuryanto mengatakan, penguasaan teknologi menjadi bagian penting sebuah bangsa. “Siapa yang menguasai teknologi maka ia yang akan menjadi makmur. Berdasarkan data pendapatan perkapita, terlihat negara yang mengalami perkembangan kemakmuran pesat adalah negara yang menguasai teknologi,” kata Hemat.

Saat ini negara kita menurut Bimo, masih termasuk dalam kategori pengguna teknologi, bukan sebagai penghasil teknologi. Hal ini berdampak pada penghasilan per kapita sangat jauh bila dibandingkan dengan negara-negara yang telah menguasai teknologi.

Dengan latar belakang inilah, jelas Bimo, Indonesia harus memulai bertransformasi ke era digital sebagai upaya mengantisipasi perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat. “Berbicara perkembangan teknologi informasi tidak terlepas dari 3 hal yakni devices, network dan application,” tambah Hemat.

Menurutnya, saat ini kita agak sulit untuk bersaing di bidang devices dan network, karena kedua bidang tersebut telah dikuasai oleh negara-negara yang sudah mumpuni seperti China, Korea dan lainnya. Namun di bidang pengembangan Application, Indonesia mempunyai peluang yang sangat bagus.

Melalui kerja sama antara IABIE dengan BRIN, Hemat berharap, berbagai platform aplikasi akan tumbuh di Indonesia yang dihasilkan oleh para pakar dalam negeri. (pur/ed.maa)

Sebarkan