Bandung – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), melalui Pusat Riset Kelautan dan Perikanan, bersama dengan Universitas Syah Kuala (USK) menyelenggarakan webinar dengan tema “Fasilitasi Hari Layar: Kolaborasi Riset dan Inovasi Kelautan Indonesia” yang diselenggarakan melalui daring pada hari Kamis (13/01).

Fasilitasi Hari Layar, merupakan upaya pemanfaatan fasilitas riset BRIN dalam melakukan akuisisi data dan/atau koleksi spesimen yang memerlukan kapal riset. Program ini terbuka dan inklusif untuk para periset dari BRIN maupun di luar BRIN, dosen, dan mahasiswa. “Ini mendorong pusat – pusat riset untuk melakukan inovasi melalui kerjasama dengan beberapa pihak,” ungkap Taufik Fuadi Abidin, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat USK dalam sambutannya.

Hari layar mendukung terlaksananya riset multidisiplin menghasilkan temuan ilmiah yang signifikan. Khususnya, dalam mengungkap keanekaragaman hayati dan non-hayati dalam skala makro, mikro dan molekuler, serta pemanfaatannya secara berkelanjutan.

Indonesia merupakan negara yang sebagian besar daratannya dikelilingi oleh lautan. Selama ini potensi kelautan kita khusunya di daerah laut dalam belum tereksplorasi dengan optimal. “Dengan adanya program fasilitasi hari laut ini diharapkan kita dapat menghasilkan banyak hasil penelitian yang dapat meningkatkan potensi kelautan,” ungkap Nugroho Dwi Hananto, Plt. Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset BRIN.

Saat ini, Nugroho menyatakan, penggunaan kapal riset BRIN dibuka untuk seluruh periset Indonesia, melalui skemanya penggunaan fasilitas riset open access dan inklusif berdasarkan kompetisi. “Hal ini dapat mengefektifkan penggunaan kapal riset kita. Mari kita sama-sama memanfaatkan fasilitas riset ini,” jelas Nugroho.

Plt, Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN, Hotmatua Daulay mengungkapkan bahwa program pendanaan fasilitasi hari layar kali ini menggunakan skema bersifat kompetitif dan inklusif bagi para periset di seluruh Indonesia, dengan cara para kandidat mengajukan proposal kepada BRIN.

Hotma menerangkan, skema fasilitasi dan pendanaan riset tersebut meliputi Program Fasilitasi Riset Layar, Pendanaan Ekspedisi dan Ekplorasi, Pendanaan Perusahaan Pemula Berbasis Riset, Pusat Kolaborasi Riset, Prioritas Riset Nasional dan Covid 19, serta Fasilitasi Pengujian Produk Inovasi Kesehatan.

Lebih rinci, ia menyebutkan, fasilitasi pendukung riset hari layar meliputi biaya pelayaran, akomodasi dan makan periset di dalam kapal, penggunaan dan layanan teknisi/operator peralatan riset, biaya situasi darurat terkait pandemi COVID-19 sesuai dengan ketentuan.

Sementara, biaya transportasi dan perjalanan dinas dari tempat asal ke pelabuhan dan sebaliknya, uang harian perjalanan periset selama berlayar, pemrosesan data dan/atau koleksi specimen, pengiriman data dan/atau koleksi spesimen dari pelabuhan ke laboratorium di luar fasilitas BRIN, tidak termasuk dalam pembiayaan fasilitasi pendukung.

“Setelah melakukan penelitian para periset memiliki kewajiban untuk menyimpan hasil penelitiannya berupa spesimen atau data hasil penelitian di BRIN sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” jelas Hotma. (kg, hn/ ed: drs)

Sebarkan