Jakarta – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi bersama dengan PT. Focustindo Cemerlang melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama lisensi paten Proses Pembuatan Membran Perikardium Iradiasi dan Proses Pembuatan Graf Tulang Demineralisasi Steril Radiasi. Perjanjian lisensi yang ditandatangani langsung oleh Plt. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Mego Pinandito dan Direktur Utama PT Focustindo Cemerlang, Sumardi ini dilaksanakan di gedung B.J. Habibie Thamrin pada Jumat (18/02).

Teknologi proses pembuatan membran perikardium iradiasi ini merupakan hasil invensi dari Pusat Riset dan Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi BRIN yang telah memiliki paten (IDP000063846) dan telah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama Lisensi. Dengan teknologi yang berasal dari BRIN ini, membran perikardium akan diproduksi oleh PT. Focustindo Cemerlang yang kemudian akan dipasarkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat melalui jaringan distribusi yang dimiliki.

“Kita akan terus mendorong pihak industri untuk betul-betul bisa memanfaatkan hasil riset dan inovasi yang dihasilkan oleh BRIN. Pada intinya, BRIN sedang memperkuat ekosistem riset dan inovasi tidak hanya dari sisi bagaimana kita melakukan riset tetapi juga bagaimana kita menata semua komponen itu menjadi tepat sasaaran. Risetnya diperkuat dengan berbagai fasilitas yang akan terus dikembangkan dan kemudian perisetnya sendiri didorong untuk terus meningkatkan kemampuannya dengan kolaborasi bersama mitra industri,” ungkap Mego.

Membran perikardium berasal dari selaput pembungkus jantung sapi dengan kandungan kolagen yang tinggi. Kolagen sendiri merupakan senyawa yang banyak terdapat dalam tubuh dan memiliki kemampuan mempercepat penyembuhan luka. Dengan demikian, membran perikardium sangat baik untuk Guided Tissue/Bane Regeneration (GTR/GBR) pada aplikasi di bidang dental. Bahan ini sensitif dengan suhu, untuk mensterilkannya digunakanlah teknik radiasi dengan sinar gamma atau berkas elektron.

Plt. Kepala Pusat Riset danTeknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi, Roziq Himawan yang juga hadir dalam acara penandatanganan lisensi ini menyampaikan bahwa kedepannya para peneliti harus berkontribusi sedari awal. Ide pengembangan sebaiknya muncul dari mitra industri yang memiliki hubungan dengan pelanggan, sehingga needs customer dapat tersampaikan dan diserap langsung oleh para peneliti. Dengan riset yang tepat sasaran ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah paten dengan inovasi yang dihasilkan.

“Intergrasi berbagai unit litbang ke dalam BRIN selain untuk menciptakan critical mass juga sebagai upaya menghilirkan secepat mungkin invensi yang sudah dihasilkan oleh para periset. Dengan semakin banyaknya penandatanganan lisensi ini diharapkan bisa menjadi magnet bagi inventor-inventor lain. Ini juga menjadi semangat baru bagi para periset, ada skema-skema pemerintah yang sudah diluncurkan berupa insentif bagi para pelaku riset, sehingga hal ini bisa meningkatkan inovasi ke depannya,” ujar Roziq.

Direktur utama PT Focustindo Cemerlang mengatakan bahwa pemanfaatan hasil riset ini juga merupakan upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri. “Kami bersyukur diberi kesempatan untuk bekerja sama dengan BRIN dalam rangka mengaplikasikan hasil penelitian para ilmuwan BRIN. Ini juga upaya Focustindo untuk bisa mengurangi penggunaan produk dari luar negeri. Kami berharap support dari para inventor untuk dapat membantu kami bekerja secepatnya,” pungkas Sumardi. (frd)

Sebarkan