Tuban – Berbagai terobosan dilakukan Pemerintah termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan generasi muda berdaya saing terutama di bidang Pendidikan, Riset, dan Inovasi melalui skema pengembangan SDM Iptek dengan desain manajemen talenta nasional di bidang riset dan inovasi.

Pada perkembangannya, diperlukan kolaborasi di antara semua pihak baik dari Komisi VII DPR RI, instansi pemerintah, swasta, maupun komunitas. Pada Kamis (28/10), BRIN bermitrakan Komisi VII DPR RI menggelar kegiatan bertajuk “Bakti Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN): Pelatihan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) untuk Mahasiswa di Tuban” di  Tuban, Jawa Timur.

Anggota Komisi VII DPR RI, Ratna Juwita Sari mengucapkan terima kasih kepada tim BRIN yang telah memfasilitasi kegiatan bagi para mahasiswa di Tuban. “Semoga ilmu yang diberikan peneliti BRIN dapat diserap dengan baik oleh para mahasiswa dan bisa diaplikasikan di jenjang-jenjang yang akan ditempuh,” ungkapnya.

“Setelah pelatihan ini secara swadaya kami memberikan tantangan pada peserta untuk melakukan riset sederhana penanaman pohon disekitar pekarangan mereka dan akan diwujudkan dalam bentuk karya tulis ilmiah yang dilombakan,” imbuh Ratna yang merupakan Anggota DPR RI, wakil dari masyarakat Jawa Timur Dapil IX yaitu Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban.

Dirinya menerangkan kegiatan yang akan berlangsung satu hari penuh tersebut selaras dengan visi misi Presiden Republik Indonesia bahwa pembangunan di seluruh Indonesia harus dilandasi pada penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi melalui orang-orang hebat di BRIN sebagaimana dituangkan dalam Perpres No. 78 Tahun 2021 tentang BRIN.

Dalam kesempatan yang bertepatan dengan hari sumpah pemuda tersebut, Ratna yang didampingi Ketua KONI Kabupaten Tuban, Mirza Ali Manshur mengharapkan menjadi momentum untuk menjadi loncatan dari kondisi pandemi Covid-19 dalam memajukan bangsa untuk bersatu, bangkit dan tumbuh. ”Diharapkan seluruh teman-teman mahasiswa bisa memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya untuk menyerap ilmu dari para peneliti BRIN,” pungkasnya.

Sementara itu, Pimpinan BRIN yang diwakili oleh Hardi Julendra selaku Plt. Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah  BRIN menyampaikan bahwa merupakan kesempatan yang sangat baik bagi BRIN untuk berbagi kompetensi dengan para mahasiswa melalui dua peneliti BRIN, yakni Khoirul Himmi Setiawan, Peneliti Madya Pusat Riset Biomaterial dan Ahmad Helmy Fuady, Peneliti Madya Pusat Riset Kewilayahan.

Dirinya menjelaskan bahwa memang komponen pengungkit untuk meningkatkan kompetensi SDM riset dan inovasi saat ini, dimulai  dari  identifikasi  potensi sedari dini di tingkat pelajar dan mahasiswa. “Kemudian akan dilanjutkan dengan  dukungan program pengembangan potensi mereka agar nanti dapat berkolaborasi dan bekerjasama dengan SDM IPTEK lainnya baik peneliti dan akademisi profesional,” terang Hardi.

Hardi berharap agar peserta pelatihan semakin termotivasi untuk mengaplikasikannya dalam riset untuk kepentingan daerahnya bahkan nasional dan kelak mampu menulis manuscript KTI sesuai dengan kaidah ilmiah, mampu mempublikasikan KTI pada jurnal jurnal ilmiah yang bermutu bereputasi nasional bahkan bertaraf internasional.

“Para Peneliti BRIN tentunya akan penuh semangat dan siap untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada seluruh peserta pelatihan hari ini.  Peran aktif bapak ibu peserta pelatihan untuk bertanya dan mendapatkan  pengalaman dan ilmu baru, tentunya dapat memberikan manfaat bagi bapak ibu semuanya.  Melalui forum ini, tentunya kesempatan untuk membuka jaringan dengan kolega-kolega baru dan berdiskusi dengan para narasumber BRIN dapat dimanfaatkan secara optimal,” pungkas Hardi.

Sebagai informasi sebanyak 75 mahasiswa dari Kabupaten Tuban mengikuti pelatihan dengan penuh antusias yang berasal dari Institut Agama Islam Nahdhatul Ulama Tuban, Univiversitas Nahdhatul Ulama Sunan Giri, Universitas PGRI Ronggolawe, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, bahkan ada yang dari Universitas Islam Negeri Surabaya. (sl)

Biro Komunikasi Publik, Umum dan Kesekretariatan
Badan Riset dan Inovasi Nasional