Jakarta – Simposium Riset-Pro 2021 hari pertama dibuka dengan acara Talkshow “Kolaborasi Riset dan Inovasi antar SDM Iptek” dan Pameran Poster Hasil Riset Alumni Beasiswa Riset-Pro, Rabu (17/11/2021) di Hotel Sheraton Jakarta. Acara yang digelar secara luring dan daring itu, dibuka oleh Ketua Project Management Office (PMO) Riset-Pro, Wisnu Sardjono Soenarso.

Wisnu memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan simposium riset pro yang terakhir kalinya tersebut. Berjalan dari tahun 2013, Program Riset-Pro akan berakhir tahun ini. Hal ini karena kerjasama dengan Bank Dunia telah selesai. Namun dirinya berharap meski telah selesai, kegiatan riset pro harus terus berjalan dengan hadirnya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Memang siklus program project itu sembilan tahunan, bukan rutin, agar terus ada inovasi. Tapi harapan saya ada kegiatan sejenis bisa berperan. Ini juga menjadi tantangan bagi para peneliti, untuk mencari pendanaan dan jejaring riset agar bisa terus berkarya di BRIN, sehingga menghasilkan karya-karya yang dapat dirasakan bagi bangsa dan negara,” ucapnya.

Menurut Wisnu, jumlah alumni penerima beasiswa Riset-Pro memang kalah besar dibandingkan dengan alumni beasiswa lainnnya. Sejak dibuka tahun 2013-2021, terdapat lebih dari 370an alumni beasiswa gelar dan juga kurang lebih 2500 alumni beasiswa pelatihan non gelar. Namun dia meyakini alumni riset pro cukup militan khususnya dalam kegiatan riset.

“Ini menjadi kebanggaan juga, jangan kalah dengan alumni beasiswa lain,” harap pria yang juga menjabat sebagai Direktur Fasilitasi Riset Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tersebut memberikan motivasi kepada para alumni Riset-PRO.

Dijelaskan Wisnu, pihaknya mendorong kolaborasi riset dan inovasi dan juga para alumni dapat membuka jaringan dan mitra di luar, terutama industri. Menurutnya, riset dan inovasi tidak ada manfaatkan kalau tidak ada penggunanya. “Bukan riset untuk keinginan, tapi kebutuhan. Sehingga risetnya dapat bermanfaat,” kata Wisnu.

Acara hari pertama juga diisi dengan pameran hasil riset. Wisnu berharap agar pameran poster ini juga menginspirasi teman-teman lain agar ada riset lanjutan dan terus berpikir kreatif. Pameran ini menampilkan capaian riset pro 2013-2021 dan beberapa karya publikasi dan hasil riset yang diharapkan bisa bermanfaat sebesar-besarnya untuk kesejahteraan bangsa dan negara.

Sedangkan acara talkshow sendiri diisi dengan topik “Kolaborasi Riset dan Inovasi antar SDM Iptek”. Dalam acara itu hadir pembicara yakni Ahmad Fatoni (Alumni Riset PRo 2013, Peneliti Ahli Madya Biologi Molekuer BRIN), Rara Sentya Angtika (Perwakilan Industri, PT Zenith Allmart) dan juga Muh Kozin (Peneliti Ahli BRIN, Ketua Ikatan Alumni Riset-Pro).

“Saya pribadi sangat terbantu dengan Riset-Pro, sehingga bisa menyelesaikan studi S3. Terpenting saat ini para alumni tantangan ke depan adalah membangun koneksi, dan kolaborasi dalam meningkatkan kontribusi bagi Negeri,” terang Ahmad Fatoni, Alumni Riset Pro 2013. Dia sendiri saat ini tengah berkolaborasi dengan koleganya di Inggris, untuk pengembangan varietas unggul Ubi Kayu atau Singkong. 

Sementara itu, Rara Sentya Angtika dari PT Zenith Allmart menjelaskan mengenai pengalaman kerjasama riset implan tulang nasional dengan peneliti BPPT yang juga alumni Riset-Pro. Menurutnya, sebelum adanya kerjasama tersebut. Indonesia belum mandiri, 95 persen implan tulang di Indonesia merupakan import. “Kita sebenarnya mampu, dengan fasilitas dan peralatan. Maka dari itu kami siap terus bekerjasama dalam pengembangan riset dengan alumni Riset Pro, dan ini yang kami tunggu agar kita bisa mandiri dan tidak tergantung dengan produk impor,” ucapnya.

Ketua Ikatan Alumni Beasiswa Riset-Pro (IAS Pro), Muh Kozin menyampaikan alumni Riset-Pro memiliki banyak dari displin ilmu. Untuk memaksimalkan kerjasama dan kolaborasi, pihaknya terlebih dulu akan melakukan mapping untuk membuat database alumni berdasarkan klaster riset dari bidang disiplin ilmu. “Ini masuk program kerja kami, dengan adanya database ini memudahkan kita untuk membangun kerjasama baik antara anggota Almuni Riset Pro maupun peneliti dari luar,” tutupnya.

Simposium Riset-Pro sendiri akan dilanjutkan Final Expose Riset-Pro yang digelar Kamis (18/11/2021), yang dihadiri oleh Kepala BRIN Laksana Tri Handoko, Mendikbudristek Nadiem Makarim, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto, Andin Hadiyanto (Direktur Utama LPDP), dan Achim Daniel Schmillen (Kepala Program Pengembangan Manusia Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste). (jml)