Serpong – Humas BRIN. Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OR EM) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), merupakan salah satu dari 12 OR yang resmi terbentuk di lingkungan BRIN. Hal ini sesuai peraturan BRIN mengenai tugas, fungsi, dan struktur organisasi riset, sesuai penetapan pada 25 Februari 2022, dan diundangkan pada 1 Maret 2022.

Kepala OR EM BRIN, Haznan Abimanyu, dalam Bincang-bincang Sivitas Energi dan Manufaktur, secara daring dan luring, Kamis (17/3), menyampaikan komposisi SDM riset di OR EM berjumlah 709 pegawai.

“Saat ini total pegawai dengan jenjang S3 berkisar 16 persen, dan mayoritas sebanyak 43 persen berpendidikan S2,” ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, berharap, OR EM memprioritaskan kompetensi SDM perisetnya. “Setiap pegawai BRIN berhak melanjutkan pendidikan sampai dengan S3, tanpa memandang usia, melalui program degree by research, dengan catatan pegawai tersebut diterima di universitas yang berkerja sama dengan BRIN,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Handoko, BRIN juga membuat program afirmasi untuk periset dalam penguatan SDM. Selain dapat melanjutkan pendidikan, periset juga dapat mengakses program visiting professor dan post-doctoral.

Menurutnya, BRIN memiliki fungsi untuk melayani periset seluruh Indonesia melalui berbagai skema kompetisi dari kedeputian BRIN.

“DI BRIN semua berkompetisi, baik itu internal BRIN, perguruan tinggi, maupun swasta atau industri, agar kita tidak jatuh terjebak mengurusi riset sendiri,” ungkap Handoko.

Bagi Handoko, OR EM ini merupakan hal yang menantang karena terkait dengan industri atau swasta. “OR EM sangat challenging, karena untuk saat ini perlu kebaruan dan belum tahu mau diarahkan ke mana riset ini. OR ini harus dapat mempertajam arah riset, membedakan mana yang ranah riset dan yang bukan. Tugas pemerintah adalah untuk memfasilitasi swasta untuk menumbuhkan ekonomi baru,” urainya.

Selain itu, dirinya menyebutkan target riset BRIN adalah kebaruan berupa kekayaan intelektual seperti lisensi industri. Misalnya untuk teknologi proses, metode, atau komponen produk.

“Kita jangan membuat produk akhir atau membangun pabrik, karena bukan ahlinya, biarkan swasta yang menjalankan hal itu,” ucap Handoko.

Periset, lanjut Handoko, harus dapat menimbulkan kepercayaan industri terhadap produk yang dibuat. Produk yang dihasilkan harus ada unsur kebaruan.

“Dari industri yang mau melakukan kerja sama, nantinya diharapkan ada lisensi dan royalti bagi periset sebesar 30 persen,” sebut Handoko.

Tugas yang terpenting saat ini, OR EM menyusun program kegiatan risetnya. Menjawab tantangan Kepala BRIN, Haznan menyampaikan untuk saat ini OR EM telah memiliki 157 judul kegiatan riset dari berbagai pendanaan.

“Sesuai arahan dari Kepala BRIN, kami bersama tim akan segera melakukan penajaman program serta melakukan cost benefit analysis dari setiap kegiatan,” tuturnya.

Aspek analisis perhitungan untung rugi tersebut penting diperhatikan dalam setiap kerja sama riset. “Dalam bekerja sama dengan mitra, kami akan bernegosiasi seperti untuk skema hibah barang. Apabila lebih banyak biaya operasional dan kurang berkontribusi ke segi ekonomi, maka lebih baik tidak usah dilanjutkan kerja samanya,” tambah Haznan.

Dirinya menyatakan, ada sejumlah potensi sekaligus tantangan di OR ini, yaitu untuk berkompetisi ke depan, mengarahkan kegiatan riset yang mendukung industri energi dan manufaktur nasional. “OR EM memiliki potensi besar untuk menghasilkan nilai ekonomi riil,” pungkas Haznan.

Sebagai informasi, Haznan memaparkan kondisi eksisting OR EM saat ini. OR Energi dan Manufaktur terdiri dari 7 pusat riset yang berlokasi di Serpong, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

Ketujuh Pusat Riset (PR) tersebut, yaitu PR Konversi dan Konservasi Energi, PR Teknologi Transportasi, PR Teknologi Industri dan Manufaktur, PR Teknologi Kekuatan Struktur, PR Teknologi Hidrodinamika, PR Pengujian dan Standar, serta PR Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup.

“Masing-masing PR telah ditunjuk pelaksana tugas untuk menjadi Kepala Pusat Riset yang membawahi 87 Kelompok Riset,” terang Haznan, yang telah dilantik sebagai Kepala OR EM pada 4 Maret lalu ini (esw, adl/ ed: tnt).

Sebarkan