Jakarta – Humas BRIN. Indonesia saat ini tengah menuju puncak bonus demografi 2045, dimana jumlah penduduk didominasi oleh mereka yang berusia produktif. Hal ini menunjukkan, secara statistik, Indonesia sedang dikelilingi oleh pemuda-pemuda potensial.

Dalam menghadapi momentum ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menyiapkan berbagai strategi, salah satunya meluncurkan Program Alumni Talenta Muda, sebuah komunitas riset-inovasi yang berkelanjutan.

“Program ini terbuka untuk semua, terutama alumni-alumni program pembinaan ilmiah BRIN, sebagai pelopor peningkatan jejaring untuk membangun ekosistem riset,” ungkap Direktur Manajemen Talenta BRIN, Arthur Ario Lelono, dalam Webinar Talenta Muda Berkarya, secara daring, Rabu (25/05).

Arthur mengatakan, selain meningkatkan jejaring untuk melakukan kolaborasi riset, melalui komunitas ini, para alumni akan berkesempatan mengikuti program pembinaan dan pengembangan, serta apresiasi lainnya.

Komunitas ini akan dibentuk dengan berbasis wilayah, yaitu Wilayah Barat (Sumatera, Jawa, dan Madura), Wilayah Tengah (Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, dan NTT), serta Wilayah Timur (Kepulauan Maluku dan Papua).

“Program ini tempat orang-orang hebat untuk menginspirasi dan memberi kontribusi. Basis alumni sebagai instrumen pembangunan daerah dan talenta muda. Mari bersama-sama membangun negeri dengan BRIN,” tuturnya.

Lebih rinci Arthur menjelaskan, Manajemen Talenta BRIN memiliki 5 fungsi yang siap mendukung penciptaan generasi muda unggul sejak dini. Kelima fungsi di Direktorat Manajemen Talenta BRIN tersebut adalah penyelenggaraan program Pembinaan Kader Muda, Mentoring, Peningkatan Kapasitas, Pematangan, dan Apresiasi Talenta Riset dan Inovasi.

Dirinya mengatakan, program-program tersebut memberi kesempatan kepada talenta muda Indonesia, untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan passion-nya di bidang riset.

Arthur menekankan, kapasitas SDM yang unggul adalah modal. “Pembangunan SDM unggul mutlak dilakukan,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN, Edy Giri Rachman Putra mengatakan, BRIN sebagai lembaga yang mendukung penyelenggaraan ekosistem riset, akan terus melakukan kegiatan pembinaan melalui program penciptaan SDM unggul di setiap bidang keilmuan, dan entrepreneur berbasis inovasi iptek.

Targetnya, beber Edy Giri, adalah menghadapi 4 tantangan utama, yakni critical mass seperti umur dan level pendidikan, tipe-tipe talenta, hingga regulasi yang belum mendukung sepenuhnya.

“Maka, dibutuhkan kegiatan pembibitan (nurturing), identifikasi dan kegiatan pembinaan bagi talenta sedari dini, efektifitas ekosistem riset dan inovasi seperti kolaborasi dengan mitra, serta peningkatan kompetensi, pemberdayaan SDM dan jejaring,” ulasnya.

Para milenial, sebut Edy Giri, akan semakin mendominasi dan mengambil peranan penting dalam berkontribusi pada pertumbuhan potensi ekonomi baru.

Zahwa Devarrah, mahasiswa S-1 Teknik Industri Universitas Gadjah Mada, sekaligus alumni program Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) 2017, mengajak para alumni untuk turut berpartisipasi dalam upaya pembangunan komunitas talenta riset-inovasi.

“Saya sebagai alumni mengajak para alumni, yuk, kita balik! Kita isi database-nya, kita berpartisipasi dalam program alumni, yang mana kita akan bisa mendapatkan program beasiswa, pengembangan riset lanjutan, pengayaan ilmiah, maupun volunterisme program pembinaan ilmiah bersama BRIN,” ajak Zahwa (iz, ed: tnt).

Sebarkan