Jakarta – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati (OR IPH) telah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dalam membangun Kebun Raya Daerah. Kebun Raya Daerah bertujuan sebagai sarana konservasi tumbuhan-tumbuhan lokal endemik dari daerah-daerah tersebut, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi para siswa, mahasiswa, dan masyarakat.

“Saat ini ada sekitar 40 Kebun Raya Daerah dengan target total kedepan ada 47,” ungkap Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati, Iman Hidayat, dalam Webinar Riset BRIN #2, secara daring, Selasa (14/12).

BRIN juga bekerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk menghijaukan kawasan-kawasan sumber air dan kawasan-kawasan konservasi di daerah, seperti di bukit atau pegunungan untuk mencegah banjir dengan tanaman-tanaman konservasi. “Sehingga fungsi kebun raya sebagai salah satu pusat konservasi bisa terasa manfaatnya oleh masyarakat di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut Iman mengatakan, kedepan, OR IPH diamanatkan mengemban 2 Rumah Program (RP), yaitu RP hasil pengungkapan dan pemanfaatan biodiversitas nusantara, dan RP konservasi tumbuhan terancam kepunahan.    

Untuk RP pengungkapan dan pemanfaatan biodiversitas nusantara, lanjut Iman, OR IPH akan melakukan eksplorasi, pengungkapan spesies-spesies baru, membangun database melalui whole sequencing genome, dan sebagainya, dengan target 10 ribu setiap tahunnya. “Kami juga berusaha untuk meningkatkan populasi dari hewan-hewan yang terancam punah, dan melakukan riset-riset pemanfaatan dari biodiversitas itu sendiri,” tutur Iman.

Sedangkan untuk RP konservasi tumbuhan terancam kepunahan, menurut Iman, menjadi sangat strategis, mengingat banyaknya tumbuhan endemik lokal Indonesia yang terancam punah, terlebih dengan maraknya pembukaan lahan hutan yang masif. “RP ini menjadi sangat strategis untuk menyelamatkan tumbuhan-tumbuhan Indonesia yang terancam kepunahan, khususnya tumbuhan berkayu yang sekarang banyak sekali spesiesnya yang hampir habis. Kebun Raya Nasional dan Kebun Raya Daerah menjadi tempat bagi periset untuk menyelamatkan itu,” tuturnya.

OR IPH juga menargetkan bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dalam membangun 25 research station, serta peningkatan kapasitas manusia dengan target 100 sumber daya manusia bergelar Phd dibidang biodiversitas, konservasi, molekular biologi, dsb, dengan harapan pengungkapan dan konservasi biodiversitas nasional bisa lebih terakselerasi.

Selain itu, OR IPH akan membangun biobank, yaitu data dan informasi genom nasional yang bisa diakses oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Kedepan  biobank ini menjadi sangat strategis, seluruh industri berbasis hayati akan berbasis informasi genetik, dari informasi genetik itulah dihasilkan berbagai jenis produk, seperti obat-obatan,” terangnya.

Webinar Riset BRIN #2 juga menghadirkan 2 narasumber lainnya, yaitu Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora, Ahmad Najib Burhani, dan Plt. Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir, Agus Sumaryanto. Webinar Riset merupakan rangkaian dari kegiatan webinar akhir tahun BRIN sebagai sarana dalam menyampaikan capaian serta rencana riset terdekat dengan pendekatan berbasis informasi publik, sehingga masyarakat umum dan eksternal BRIN dapat memahami eksistensi BRIN untuk jangka panjang (tnt).

Sebarkan