SIARAN PERS

BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL

NO:  017/SP/HM/BKPUK/II/2022

LATERIO – BRIN, Infrastruktur Strategis Riset Kelautan Modern

Laboratorium Terpadu Riset Oseanografi (LATERIO) adalah fasilitas gedung  infrastruktur strategis riset kelautan modern dengan mengusung konsep open laboratory dan coworking space.  Gedung LATERIO tersedia delapan lantai ini  memperoleh pendanaan Hibah Luar Negeri program Coral Reef Rehabilitation and Management Program – Coral Triangle Initiative (COREMAP-CTI) yang didanai oleh Bank Dunia, dengan  investasi sebesar 73 milyar rupiah untuk gedung dan 49.5 milyar rupiah untuk mendukung sistem dan instrumentasi laboratorium serta interior kantor. Sebagai legasi dari program  COREMAP-CTI, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Oseanografi akan meresmikan Gedung LATERIO di Kawasan Ancol, Jakarta, pada Selasa, 22 Februari 2022.

Jakarta, 21 Februari 2022. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkomitmen membangun ekosistem riset nasional yang didukung oleh SDM unggul, infrastruktur riset terbuka dan pendanaan riset yang kompetitif.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, menuturkan terkait infrastruktur riset, BRIN  mengusung kebijakan open laboratory agar investasi yang kita lakukan membawa manfaat seluas luasnya bagi para periset, akademisi dan mahasiswa di seluruh Indonesia secara berkelanjutan. ”Investasi tersebut ditujukan untuk mendorong kolaborasi dan hasil-hasil riset kelas dunia di bidang kelautan,” tutur Handoko.

Dikatakan Handoko, salah satu platform riset global yang dicanangkan oleh BRIN adalah digital green dan blue economy, di mana riset ilmu kelautan melalui pengungkapan keanekaragaman hayati dan perubahan iklim memegang peran penting bagi negara kepulauan Republik Indonesia. “Sebagai open laboratory untuk mendukung riset kolaboratif di Indonesia dan regional, fasilitas BRIN tersebut terbuka bagi para periset, akademisi dan mahasiswa di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Gedung LATERIO dilengkapi dengan fasilitas Laboratorium Instrumentasi Terpadu dan empat belas laboratorium preparasi untuk mendukung berbagai disiplin dalam ilmu kelautan. “Laboratorium Instrumentasi Terpadu disiapkan sebagai hub atau pusat bagi platform E-layanan Sains ( ELSA) BRIN di Kawasan Ancol,” sebut Handoko. 

Hal senada disampaikan Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Kebumian BRIN, Ocky Karna Radjasa, bahwa pembangunan Gedung LATERIO selesai pada 2020-2021 disiapkan sebagai regional hub untuk riset kelautan dan sebagai walidata nasional untuk ekosistem terumbu karang dan lamun. “Sebagai walidata nasional dengan berbagai instrumen analisis laboratorium yang rutin digunakan oleh para periset lintas disiplin dalam ilmu kelautan,”tuturnya.

Menurut Ocky, yang menjadi perhatian saat ini, telah terpasang alat automated digital microscope yang pertama di BRIN. “Mikroskop lainnya seperti trinocular stereo microscope, trinocular compound microscope with phase contrast, dan fluorescence microscope, serta instrumentasi fluorescence imaging system untuk mendukung berbagai penemuan keragaman hayati laut Indonesia,” ungkap Ocky.

Selain itu, LATERIO dilengkapi dengan instrumentasi inductively coupled plasma – optical emission spectrometer, mercury analyzer, graphite furnace atomic absorption spectrometer, Fourier transform infrared spectrometer, gas chromatography–mass spectrometry, autoanalyzer dan microbalance. Dan instalasi berbagai instrumentasi laboratorium lainnya (raman spectrometer, scanning electron microscope, total organic content analyzer, particle size analyzer, colony counter, microplate spectrophotometer, accelerated solvent extractor).

Sebarkan