Yogyakarta – Humas BRIN. Muh. Suhalmin Sriwa, mahasiswa Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) asal Sulawesi Selatan angkatan 2019 adalah satu dari 30 finalis lomba esai Nuclear Safety Essay Competition for Students and Early Career Professionals yang diundang untuk menghadiri konferensi International Atomic Energy Agency (IAEA) di Vienna, Austria. Suhalmin terpilih dari 250 pendaftar yang berasal dari 60 negara. Konferensi tersebut dilaksanakan dari tanggal 8 – 12 November 2021 dengan tema ‘The International Conference on a Decade of Progress after Fukushima-Daiichi: Building on the Lessons Learned to Further Strengthen Nuclear Safety.’

Deputi Bidang SDM IPTEK BRIN Edy Giri Rachman Putra menyampaikan apresiasinya atas capaian yang diperoleh mahasiswa Poltek Nuklir, sebagai bentuk implementasi manajemen talenta nasional yaitu menjaring talenta-talenta muda yang memiliki minat dan prestasi dibidang iptek khususnya nuklir. “Suatu capaian yang luar biasa, mahasiswa Poltek Nuklir kembali bisa berprestasi di level Internasional” ungkapnya.

Edy Giri menambahkan, sebelum Suhalmin, telah ada mahasiswa STTN yaitu Andicho dan Fazlur Ansyari ikut hadir dalam General Conference IAEA ke-63 yang memperkenalkan teknologi pembelajaran reaktor jarak jauh atau dikenal dengan Internet Reactor Laboratory (IRL). “Saya berharap, mahasiswa Poltek Nuklir bisa terus berprestasi tidak hanya dilevel nasional, tetapi ke seluruh dunia. Menjadi inspirasi generasi muda lainnya untuk mengenal serta mencintai nuklir. Tidak ada yang tidak mungkin, bila semua ditekuni dan diusahakan akan membuahkan hasil terbaik,” tambahnya.

Sebagai penerima beasiswa unggulan dari Kemdikbud, bagi Suhalmin, ini merupakan sebuah lecutan untuk terus berusaha menunjukkan prestasinya baik untuk kegiatan di dalam maupun di luar kampus. Suhalmin mengungkapkan betapa bersyukur dirinya mendapat kesempatan bertemu dengan banyak pakar nuklir dari berbagai negara. “Ini menjadi pengalaman berharga bagi saya dalam menambah pengetahuan, wawasan, dan semangat baru terkait dengan perkembangan teknologi nuklir, khususnya Jepang,” tambahnya.

Suhalmin menulis esai berjudul ‘Social Concepts of Directly Applying the Benefits of Nuclear Technology to the Public to Eliminate Nuclear Stamps as Weapons of Destruction (Bombs or Radiation Hazards) Among Youth.’ Menurutnya, tema ini dipilih mengingat sejarah awal kehadiran teknologi nuklir sebagai tragedi kemanusiaan, yaitu jatuhnya dua bom nuklir di kota Hiroshima dan Nagasaki pada masa perang dunia ke-2. Peristiwa itu telah menewaskan ratusan ribu nyawa manusia. “Dapat dikatakan bahwa perkembangan teknologi nuklir memiliki cacat bawaan karena pernah digunakan untuk perang dan menjadi tragedi kemanusiaan sehingga tidak mudah mengubah pandangan negatif masyarakat mengenai nuklir,” terang Suhalmin.

Ia menambahkan, “Belajar dari sejarah yang ada, untuk membumikan nuklir khususnya Indonesia, kita harus mengubah stigma masyarakat agar tidak anti teknologi nuklir, yaitu dengan memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang pemanfaatan teknologi nuklir, pengelolaan keamanan teknologi nuklir, dan keamanan dengan standar yang semakin tinggi.” Suhalmin menegaskan, kendala terbesar dalam membumikan teknologi nuklir di Indonesia adalah masyarakat yang menolak atau anti nuklir karena menganggap nuklir sebagai sesuatu yang berbahaya, tidak memiliki manfaat bagi kehidupan sehari-hari. “Padahal, banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari teknologi nuklir untuk memajukan kesejahteraan umat manusia di masa depan,” ujarnya optimis.

“Terima kasih atas pengalaman yang berharga ini. Dinginnya musim gugur di Vienna menjadi hangat oleh sambutan Pak Dimas Dimas Irawan, selaku Atase Ilmu Pengetahuan KBRI/PTRI Vienna serta para ilmuwan nuklir dunia dengan keramahan dan kebaikan yang telah diberikan,” ucapnya.

Suhalmin berharap agar kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan setiap tahun, sebab sangat bermanfaat untuk bekal ilmu bagi mahasiswa nuklir dengan materi-materi yang lebih baik. Ia mengucapkan terimakasih atas dukungan Poltek Nuklir BRIN dan Ikatan Alumni Politeknik Nuklir (IKAPTEN). (tek/shm/ed: mn)