Jakarta – Humas BRIN, Momentum perayaan idul fitri 1443 H yang bertepatan dengan tanggal 2 Mei 2022 terasa berbeda dibandingkan dengan momentum yang sama di dua tahun belakangan. Hal ini wajar mengingat dua tahun belakangan perayaan idul fitri dirayakan dalam suasana pandemi covid-19, dan di tahun ini pemerintah memberi kelonggaran kepada seluruh masyarakat untuk dapat merayakannya di kampung halaman, tak terkecuali para civitas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Suasana ceria ini masih terlihat jelas di wajah para civitas BRIN yang menghadiri kegiatan Halal Bihalal baik secara daring maupun luring di Auditorium Gedung Bj. Habibie, Jakarta, Jumat (13/05). Kegiatan halal bihalal ini mengusung tema “Membangun Harmoni dalam Keberagaman”.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mengatakan, tema ini sangat relevan dengan kondisi BRIN saat ini yang baru saja merampungkan proses integrasi dari berbagai unsur penelitian lembaga/kementerian. “Tema ini mencerminkan BRIN, bagaimana BRIN ini bisa mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika dari lima belas ribu lebih civitas dan kita menjadi satu,” kata Handoko.

Kendati seperti itu, Handoko mengaku, praktek di lapangan masih banyak ditemui proses yang belum selesai, dan ini akan terus diupayakan agar segera selesai dan aktivitas berjalan secara normal. Berbagai hambatan di lapangan banyak ditemui khususnya dalam hal penataan pegawai dari berbagai kementerian/lembaga.

“Awal bulan Juni mendatang akan dilakukan pelantikan pegawai dari kementerian dan diharapkan ini yang terakhir,” tambahnya.

Selain itu, menurut Handoko, yang tidak kalah pentingnya adalah penataan ulang semua infrastruktur yang menjadi bagian dari proses integrasi yang dilakukan selama ini. Penataan itu diharapkan mampu meningkatkan modalitas BRIN dalam melaksanakan tugas sebagai satu-satunya lembaga penelitian di Indonesia.

Pada kesempatan ini, Handoko mengumumkan terbentuknya Unit Pengelola Zakat (UPZ) BRIN. Kepengurusan UPZ BRIN akan diumumkan satu minggu ke depan.

“UPZ BRIN ini pastinya akan sangat besar, dengan pengalaman yang ada selama ini diharapkan pengelolaan zakat dari para civitas BRIN menjadi lebih baik dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

Terkait pengelolaan rumah ibadah khususnya masjid, Handoko menekankan agar seluruh masjid yang berada di kawasan BRIN dibentuk kepengurusan yakni Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Handoko berpesan agar siapapun yang ditunjuk sebagai pengurus UPZ dan DKM hendaknya bukan pejabat struktural aktif.

“Kepada pemeluk agama lain di BRIN, tentu kita berikan kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi socio cultural dan kita buka fasilitas di BRIN untuk para pemeluk agama yang lain juga,” pungkas Handoko (Pur)

#ReformasiBirokrasiBRIN #ProfesionalOptimisProduktif

Sebarkan